Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Juli 2022 | 02.05 WIB

Pengacara Steven Bilang ke Jedar, Tidak Boleh Sebut Kliennya Penipu

Kuasa hukum komisaris Trip.id Christoper Stefanus Budianto, Togar Situmorang - Image

Kuasa hukum komisaris Trip.id Christoper Stefanus Budianto, Togar Situmorang

JawaPos.com - Kuasa hukum komisaris Trip.id Christoper Stefanus Budianto alias Steven, Togar Situmorang, meminta Jessica Iskandar dan suaminya, Vincent Verhaag, untuk tidak menyatakan kliennya penipu. Menurutnya, masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan semacam itu.

"Tidak boleh bilang orang penipu. Judul headline berita saya kaget. Steven mengaku menipu itu atas permintaan dari pihak Jedar membuat surat. Surat itu kan dibuat di luar negeri. Konsepnya dari pihak sana," katanya kepada JawaPos.com saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (16/7).

Kasus yang kini bergulir disebutnya masalah perdata yang dapat diselesaikan secara keperdataan. Menurut Togar, ada perjanjian kontrak yang mengikat dan seharusnya berpedoman pada kontrak perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak untuk jalan keluar penyelesaiannya.

Togar juga mempertanyakan angka yang muncul Rp 9,8 miliar dari total kerugian dialami Jedar-Vincent. Menurutnya, angka itu ganjil dan tidak sesuai dengan perhitungan dari pihaknya."Jangan sampai penggiringan opini yang menyesatkan," katanya.

Akan tetapi tidak mau memperuncing permasalahan, pengacara Steven meminta Jessica Iskandar-Vincent untuk bertemu dirinya. Dia pun berjanji akan membantu memfasilitasi supaya kerugian yang dialami pasangan suami-istri tersebut dapat dibayar sehingga permasalahan bisa selesai tidak berlarut-larut.

"Mobil-mobil itu kan kerja sama. Setiap mobil itu ada kontraknya, dan setiap mobil ada pembagian. Melalui pemberitaan ini, saya mengundang Jedar untuk kita bicara, duduk bareng. Kita bisa selesaikan ini secara baik-baik," tuturnya.

Mewakili Steven, Togar Situmorang meminta maaf atas ketidaknyamanan dialami Jedar- Vincent dalam permasalahan itu. Dia mengakui perusahaan tidak membayar pembagian keuntungan setelah bulan Mei 2022 karena kondisi perusahaan sedang sulit. Tapi sejak tanggal 5 Maret 2021 sampai tanggal 11 Mei 2022, ia memastikan pembagian keuntungan telah dibayarkan.

Sementara itu, Vincent Verhaag melalui unggahan Instagram Story tetap memiliki keyakinan dirinya dan Jessica iskandar telah menjadi korban penipuan Steven melalui perusahaan Trip.id. "Pak lawyer, kok klienmu bukan penipu?? Dia jujur ngga sama kamu? Bukti transferan bodong loh dan mobil2 kami dijual tanpa sepengatahuan kami. Tapi gpp balik lagi keadilan hukum yang berlaku," tulis Vincent.

Vincent lantas memberikan penjelasan lebih lanjut untuk menunjukkan kasus yang dialaminya bersama istrinya, Jedar. Vincent berkeyakinan ada niat jahat dari Steven dalam hal ini. Sebab Steven meminta BPKB dari mobil-mobil tersebu, dan ada pula mobil yang telah dijual secara diam-diam. "Niat jahat penipuan meminta BPKB (mobil) yang direntalkan. Ternyata ada mobil yg dijual sendiri oleh rekan bisnis. Menjual mobil bukan haknya adalah bentuk penggelapan," jelasnya.

VIncent juga menyatakan bukti transfer dana yang diterimanya merupakan bagian dari pemalsuan dokumen. Sebab, dananya tidak masuk ke dalam rekening. Setiap bulan keuntungan yang dijanjikan hanya dibayarkan di awal-awal saja. Selebihnya, Vincent- Jedar mengaku diberikan bukti transfer, tapi dananya tidak masuk ke dalam rekening. (*)

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore