
Pedangdut Saipul Jamil
JawaPos.com — Kemunculan Saipul Jamil dalam program televisi pascabebas dari penjara mengundang cibiran dan hujatan dari masyarakat. Tak hanya publik, beberapa publik figur bereaksi cukup keras dengan menyebut stasiun televisi sudah bersikap tidak sensitif terhadap korban pelecehan dari mantan suami Dewi Perssik itu.
Salah satu stasiun televisi swasta Trans TV secara resmi meminta maaf akan hal tersebut. Permohonan tersebut diposting di akun resmi Instagram mereka pada Senin (6/9).
“Kami menerima kritik dan masukan terkait program Kopi Viral yang tayang di TRANS TV pada hari Jumat, 3 September 2021 dengan bintang tamu Saipul Jamil. Kami mohon maaf atas tayangan tersebut. Hal ini menjadi perhatian khusus dan telah melakukan evaluasi menyeluruh untuk menjadi pembelajaran dan perbaikan ke depannya. Terima kasih atas perhatiannya,” tulisnya.
Sebelumnya, sejumlah publik figur menyesali tindakan beberapa stasiun televisi memunculkan Saipul Jamil di program acara mereka. Salah satu kritikan itu dilontarkan Ernest Prakasa melalui cuitannya di Twitter.
“Ke mana KPI?!?! Oh iya lupa, lagi sibuk nyoret-nyoretin biji pake spidol… Parah banget dasar Komisi Penyiaran Indianapolis,” tulis Ernest kemarin.
Sutradara Angga Dwimas Sasongko juga bereaksi. Ia dengan tegas menyatakan menghentikan kesepatakan penayangan film Nussa dan Keluarga Cemara di stasiun televisi yang menampilkan Saipul Jamil.
"Menyikapi hadirnya Saiful Jamil di televisi dengan cara yang tidak menghormati korban, maka kami memberhentikan semua pembicaraan kesepakatan distribusi film Nussa & Keluarga Cemara dg stasiun TV terkait karena tidak berbagi nilai yang sama dengan karya kami yang ramah anak," tulisnya di Twitter.
Menanggapi polemik yang memanas di media sosial, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akhirnya angkat suara terkait upaya glorifikasi Saipul Jamil. KPI dengan tegas meminta stasiun TV menghentikan upaya glorifikasi terhadap lelaki yang akrab disapa Bang Ipul.
“Kami berharap seluruh lembaga penyiaran memahami sensitivitas dan etika kepatutan publik terhadap kasus yang telah menimpa yang bersangkutan. Sekaligus tidak membuka kembali trauma yang dialami korban,” kata Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, dalam keterangannya di laman website KPI Pusat.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
