Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 April 2019 | 21.35 WIB

Ridho Slank Ingin Buat Kampung Percontohan Ramah Lingkungan

Ridho Slank ingin membuat kampung percontohan ramah lingkungan. (Yuliani NN/JawaPos.com) - Image

Ridho Slank ingin membuat kampung percontohan ramah lingkungan. (Yuliani NN/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Susi Pudjiastuti menjadi salah satu inisiator gerakan Pandu Laut Nusantara. Gerakan cinta laut ini juga melibatkan dua personel Slank, yakni Kaka dan Ridho.

Ditemui dalam pameran Deep and Extreme Indonesia 2019, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4), Ridho mengatakan, gerakan ini dibentuk ketika mereka berada di Pantai Pangandaran. Kala itu Kaka, Ridho, dan beberapa rekan lain diundang Susi Pudjiastuti ke Pangandaran, lokasi kantor Pandu Laut Nusantara berada.

"Idenya dari Bustar, gue, Kaka, kami ngobrol di Pangandaran. Kami diundang Bu Susi, di Pangandaran. Ya sudah ngobrol di pinggir pantai itu hampir 8 jam-an. Akhirnya tercetuslah itu," kata Ridho.

Dalam kesempatan itu, Ridho mengatakan, gerakan Pandu Laut Nusantara tidak eksklusif untuk figur publik saja. Figur publik hanya sebagai influencer dan berharap cara itu bisa menyadarkan bahwa saat ini lingkungan kita telah penuh sampah, khususnya di laut dan itu berbahaya.

Salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah bersih-bersih laut. Tentu saja lokasinya akan bertambah dari yang sebelumnya. Mereka juga ingin mengedukasi masyarakat pesisir bahwa laut itu bersih.

"Pandangan orang kalau di daerah tuh, 'tinggal di mana?', 'belakang pantai'. Jadi pantai tuh belakang dia bukan di depan dan yang pasti sih gue ingin mengubah, bikin kampung percontohan," lanjutnya.

Adapun yang dimaksud Ridho dengan kampung percontohan adalah adanya jarak dari laut ke rumah. Kemudian, pantai yang banyak angin mengidealkan rumah di pesisir, juga menggunakan kincir angin. Begitupun septictank juga dibuat yang bisa menjadi biogas.

"Gue udah punya proposal tapi sampai sekarang memang butuh effort, kampung mana nih yang harus diubah. Tapi yang pasti sih gue mau kampung gue dulu, di Ambon," ungkapnya.

Semua berawal dari keprihatinan Ridho pada pantai-pantai di wilayah tempat tinggalnya yang banyak sampah. Selain peduli pada laut, gitaris Slank ini juga mencoba mencintai lingkungan dengan hal-hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya. Bahkan, ia mengaku banyak sampah kertas seperti tiket tol, tisu dan tiket parkir di mobilnya.

"Jadi banyak sampahnya karena gue nggak pernah buang di luar. Mending gue nyampah di mobil gue setelah itu baru buang di tempat sampah daripada buang sembarang ke luar," ungkapnya.

Kecintaan Ridho terhadap lingkungan juga menurun ke buah hatinya, Alvaro Risjad Hafiedz. Anak laki-laki yang disapa Ale itu baru-baru ini merayakan hari ulang tahun.

Uniknya, Ale memberikan goodiebag ulang tahun berupa sedotan stainless steel. Hal itu pun membuat Ridho merasa berhasil menyampaikan estafet lingkungannya.

"Iya dia yang minta. Bangga sih tapi buat gue, itu kayak pesan gue tersampaikan dan, 'ok sekarang lo jadi estafet gue ke temen-temen lo, buat influence ke temen-temen sekitarnya," tandasnya.

Editor: Deti Mega Purnamasari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore