Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 November 2017 | 19.37 WIB

Billy Davidson, Langganan Peran Cool yang Ditemukan di Pujasera

CAKEP: Billy Davidson dengan berbagai pose konyol. - Image

CAKEP: Billy Davidson dengan berbagai pose konyol.


JawaPos.com - Dengan wajah orientalnya, pemain FTV Billy Davidson selalu kebagian peran sebagai cowok cool yang bikin perempuan meleleh. Siapa sangka, perjalanannya di dunia hiburan tanah air dimulai dengan cerita yang too good to be true. Ditemukan talent scout di mal.
---
DALAM sebuah acara promosi film Thor: Ragnarok di Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, bulan lalu (20/10), Billy Davidson turut hadir. Mengenakan kostum gladiator, dia benar-benar membuang segala image cowok cool yang sering dia tampilkan dalam belasan sinetron dan FTV yang dibintanginya. Dia benar-benar lepas. Tingkahnya konyol, ucapannya spontan dan lucu.


’’Iya emang begini aslinya. Malah aku ini orangnya antijaim (jaga image, Red),’’ kata Billy, lantas tertawa. Lihat saja ketika dia ’’berduel’’ ala gladiator dengan YouTuber Chandra Liow dalam kostum six-pack keemasan itu. Ketika difoto pun, tak ada di antara pose-posenya yang sok keren. Semua konyol. Setelah acara, Billy dengan santai membagi cerita perjalanannya di dunia hiburan.


’’Sebelum main sinetron, aku ini benar-benar no one,’’ ungkap Billy mengawali obrolan. ’’Aku nggak pernah jadi model, cover boy, atau bintang iklan apa pun,’’ katanya. Dia masuk dunia akting karena kebetulan. Sangat kebetulan.


Ketika sedang makan siang di pujasera di sebuah mal, Billy didatangi seorang talent scout dari sebuah sanggar. Wajah Billy rupanya menarik perhatian si pemandu bakat. Dia menawari Billy bergabung dengan sanggar milik Aditya Gumay tersebut, dengan iming-iming terjun ke dunia hiburan. Billy tergiur. Apalagi, sanggar itu punya kelas akting yang cukup populer.


Namun, langkahnya tak mulus-mulus amat. Ayahnya, Stevanus David, cemas karena Billy masih SMP. Terlalu muda untuk jadi artis. ’’Papa akhirnya ngizinin, asalkan kalau latihan di sanggar atau syuting boleh ditemenin orang tua,’’ ucap cowok 25 tahun itu.


Karena punya passion besar, kemampuan aktingnya makin oke. Pada 2007, setelah masuk SMA, Billy ikut casting sinetron Juwita Jadi Putri. Billy harus memperagakan dialog dan adegan yang terdiri atas enam halaman. ’’Aku nervous, deg-degan, gemetaran di depan kamera,’’ kenang Billy. Namun, dia lolos juga menjadi pemeran utama di sinetron tersebut.


Billy merasa aktingnya waktu itu masih berantakan. Tapi, sinetron yang ditayangkan RCTI tersebut membuat namanya makin dikenal. Berbagai tawaran datang. Billy rupanya dinilai sukses memerankan sosok Kenny yang cool, sehingga karakter di sinetron-sinetron selanjutnya juga tak jauh beda. ’’Padahal, aku ini orangnya suka ketawa dan rame lho. Nggak ada cool-nya sama sekali,’’ ucapnya.


Menurut Billy, tawaran syuting sinetron semakin banyak saat dirinya masuk kuliah pada 2010. Alumnus Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Tarumanagara itu harus membagi tugas antara bekerja dengan mengerjakan tugas dan proyek yang menggunung. Itu berat. Sebab, dia bermain di sinetron kejar tayang seperti Putih Abu-Abu 2, Cinta yang Sama, dan Diam-Diam Suka.


Supaya aman, Billy membawa perlengkapan tugas dan desainnya ke lokasi syuting. Dia mendapat space sendiri di lokasi syuting, lengkap dengan bangku dan meja yang cukup besar untuk menaruh peralatan tugasnya. Saat jeda syuting, Billy kembali ke mejanya untuk mengerjakan proyek atau tugas kuliah desainnya.


Bahkan, saat skripsi, Billy menerima tawaran bermain sinetron stripping. Mengerjakan tugas akhir kuliah, menghafal naskah, hingga mendalami peran di sinetron ternyata membuat Billy pusing tujuh keliling. Pernah, suatu waktu, Billy baru selesai syuting pukul 4 pagi. Empat jam kemudian, dia harus berangkat ke kampus. ’’Aku sampai sering tidur di mobil supaya nggak kecapekan,’’ kenangnya.


Komitmen dan manajemen waktu yang baik ala Billy memberi hasil yang memuaskan. Dia lulus dengan predikat cum laude pada awal 2015, plus nilai skripsi yang bikin bangga. Namanya pun semakin terkenal di dunia sinetron serta hiburan. Kok bisa?


Sebab, bagi Billy, akting itu bukan sekadar pekerjaan, tapi juga hobi. Akting itu menantang karena dia dituntut untuk tampil membawakan karakter yang berbeda dengan dirinya. Billy bisa menjadi siapa pun dan harus memenuhi ekspektasi penonton. Kalau menghibur, puji syukur. Kalau tidak menghibur, berarti dia harus mengasah bakat aktingnya sampai maksimal.


’’Aku suka akting. Juga cinta pada desain. Melakukan keduanya sekaligus bikin aku semangat dan optimal dalam berkarya,’’ kata Billy. Salut! (*)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore