
Influencer atau selebgram Jerome Polin. (Istimewa)
JawaPos.com - YouTuber Jerome Polin melayangkan kritikan keras terhadap tingkah DPR yang memilih melakukan WFH (work from home) disaat aksi demonstrasi digelar di gedung DPR RI, beberapa hari lalu.
Menurut Jerome Polin, para anggota DPR seharusnya menemui massa demo dengan mendengarkan apa yang menjadi keluhan para peserta aksi. Namun sayangnya, mereka justru memilih tidak tidak masuk kantor saat aksi demonstrasi berlangsung.
"Wakil rakyat yang harusnya mendengarkan keluhan rakyat malah WFH di hari demo. Malah ngatain rakyat 'tolol'. Malah semena-mena. Ironis, sedih sekali," kata Jerome Polin dalam unggahannya di Instagram.
Yang lebih menyakitkan lagi bagi Jerome Polin, rakyat yang menyampaikan aspirasi justru dipersulit.
"Rakyat ditabrak pakai mobil yang dibelinya pakai uang pajak rakyat. Rakyat yang ingin menuntut hak dan menyampaikan aspirasi ditindas oleh pihak yang gajinya dari uang pajak rakyat," katanya.
Melihat kesewenang-wenangan terjadi, kata Jerome Polin, tidak ada cara lain selain melawan. Dia pun meminta semua orang untuk melek politik. Karena lewat jalur politik, kemaslahan untuk banyak orang dapat diperjuangkan dan diwujudkan.
"Semua mata melihat. Sudah saatnya kita sadar dan melawan. Stop apatis atau kita akan kehilangan semua hak kita. Rakyat sudah makin susah hidupnya, rakyat berhak menuntut keadilan," paparnya.
Ahmad Sahroni sebelumnya membenarkan bahwa DPR memutuskan WFH tepat pada hari aksi demonstrasi berlangsung. Selain itu, dia melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut pendemo orang tolol sedunia.
Ahmad Sahroni dalam klarifikasinya menyampaikan bahwa pernyataannya itu tidak ditujukan untuk masyarakat yang mengkritik kinerja DPR. Pernyataannya ditujukan kepada orang yang membuat pernyataan bubarkan DPR.
"Saya tegaskan, bukan berarti saya tidak mau dikritik. Kritikan itu penting sebagai evaluasi. Tapi jika seruannya sudah pembubaran, tanpa ada solusi atau pemahaman yang komprehensif, bagi saya itu tidak masuk akal," kata Ahmad Sahroni dilansir dari Lombok Post.
