
Robby Abbas. (YouTube Reyben Entertainment).
JawaPos.com - Robby Abbas dulunya menggeluti profesi kelam sebagai muncikari menjual banyak selebriti perempuan kepada pria hidung belang dari berbagai latar belakang profesi.
Robby Abbas akhirnya insaf setelah terjerat masalah hukum terkait praktik haram yang dilakukannya. Akibat perbuatannya tersebut yang terbukti sebagai pelaku dalam mucikari artis, dia pun dijatuhi hukuman 1 tahun dan 4 bulan penjara pada 2015 silam oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Setelah selesai menjalani hukuman, Robby Abbas tidak lagi menjalankan profesi haram tersebut. Dia lebih memilih hidup sederhana dari penghasilan halal daripada bergelimang harta dari uang haram.
Robby Abbas bercerita, dirinya dulu pernah menjual artis dengan harga paling mahal mencapai Rp 400 juta rupiah.
"Yang termahal waktu itu Rp 400 juta, ke luar negeri waktu itu," kata Robby Abbas dalam podcast Reyben Entertainment.
Menurut Robby, angka Rp 400 juta itu untuk durasi satu hari. Berangkat ke luar negeri dengan menggunakan pesawat pagi dan lantas pulang ke tanah air besok paginya.
Mendengar pernyataan Robby Abbas yang bisa menjual artis seharga Rp 400 juta, Pablo Benua tampak terkejut. Dia tidak menyangka harga untuk satu sesi kencan bisa sampai semahal itu.
"Sensasinya beda. Mereka beli nama kan bang, padahal onderdilnya sama saja," kata Robby Abbas.
Menurut dia, pelanggannya dulu tersebar dari berbagai latar belakang profesi. Namun yang banyak adalah dari kalangan pengusaha dan pejabat.
Dia pun mengakui punya banyak anak asuh di kalangan selebriti. Mulai dari artis skuter sampai artis yang punya nama besar.
"Kalau yang sudah punya nama rata-rata di angka Rp 50-60 juta. Rata-rata mereka sendiri yang minta dicarikan job, bukan gua yang nawarin," kata Robby Abbas.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
