JawaPos.com - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mendalami kasus hilangnya Laura Meizani atau Lolly dan tiba-tiba muncul di Polres Jaksel. Penyidik pun telah melakukan pemeriksaan terhadap Lolly dan juga pendamping yang bertugas mendampinginya dari rumah rumah.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi menceritakan hasil keterangan yang disampaikan Lolly dan pendamping yang mendampingi perempuan berusia 17 tahun atas hilangnya kasus hilangnya Lolly dari rumah aman pada Kamis (9/1) malam lalu.
"Kita sudah minta keterangan dari pendampingnya, kemudian juga kita sudah bertanya secara lisan dengan LM," kata Nurma Dewi di Polres Metro Jakarta Selatan tadi malam, Jumat (10/1).
Menurut Nurma, kaburnya Lolly dari rumah aman bermula dari keluhan dia mengalami sakit kepala. Petugas pendamping kemudian membawa Lolly untuk berobat ke salah satu puskesmas yang ada di Jakarta.
"Dia sakit kepala, kemudian dia dibawa ke Puskesmas yang ada di Jakarta. Dia izin mau ke toilet, kemudian dia keluar dari situ. Itu hasil keterangan setelah kita mintain keterangan dari pendamping maupun dari LM," papar Nurma Dewi.
Setelah Lolly berhasil kabur, dia kemudian menghubungi Pengacara Vadel Badjideh Razman Arif Nasution dan kemudian mendatangi kantornya yang terletak di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan.
"RAN kemudian membawa ke Polres Metro Jakarta Selatan menyerahkan LM. Seperti itu yang terjadi berdasarkan dari LM keterangan sendiri ," paparnya.
Nurma Dewi juga menyampaikan, rumah aman wilayah Jakarta Selatan sebenarnya penjagaannya cukup ketat karena selalu ada yang melakukan pemantauan. Selama ini, baru ada satu kejadian orang yang berada di rumah aman bisa kabur yaitu terjadi pada Lolly.
Di rumah aman, orang tidak boleh menggunakan handphone. Saat disinggung dari mana handphone yang digunakan Lolly untuk menghubungi Razman setelah kabur, Nurma Dewi masih enggan memberikan penjelasan.