
Fajar Nugros. (Instagram: fajarnugrs)
JawaPos.com - Sutradara Fajar Nugros mengungkapkan kegelisahannya melalui unggahan di media sosial terkait langkah aparat penegak hukum yang menangkap dan menetapkan tersangka konten kreator (KK) daerah yang mempromosikan judi online.
Poin kritikannya karena hukum seperti tebang pilih. Tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Terbukti, sejumlah artis dengan nama besar juga turut mempromosikan judi online tapi kenyataannya mereka seperti tidak tersentuh hukum.
Sejumlah artis di Jakarta tersebut biasanya hanya diperiksa dan setelah itu tidak ada tindak lanjut untuk memproses promosi kasus judi online yang telah mereka lakukan. Namun terhadap konten kreator daerah, mereka dilakukan penangkapan dan penetapan tersangka seperti dialami Gunawan Sadbor.
Fajar Nugros mengaku sedih konten kreator daerah seperti Gunawan Sadbor dan temannya ditangkap. Mengingat, mereka tidak sejahtera dengan bertani.
Yang bikin sedih,disaat kesempatan memanfaatkan media sosial untuk kehidupan lebih baik itu datang, mereka tergelincir dan direspons dengan tangan besi aparat penegak hukum. Bukan diperingatkan terlebih dahulu sebagaimana sikap lembur mereka ke artis-artis Jakarta yang juga promosi judi online.
Berikut profil Fajar Nugros
Fajar Nugros lahir di Jogjakarta, 29 Juli 1979. Kini dia berusia 45 tahun. Dia merupakan seorang sutradara, penulis, dan produser film.
Di bidang pendidikan, Fajar Nugros mengenyam pendidikan SMA di Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Setelah itu, dia kemudian melanjutkan pendidikan ke Universitas Islam Indonesia Jogjakarta.
Awal karirnya sebagai sutradara dimulai setelah belajar dari sutradara kenamaan, Hanung Bramantyo. Awalnya, Fajar Nugros membuat film pendek namun dia kemudian merambah ke film layar lebar.
Debut Fajar Nugros sebagai sutradara film layar lebar melalui Queen Bee pada tahun 2009 silam. Setelah itu, namanya berkibar di jagat dunia perfilman Tanah Air lewat sejumlah judul film yang dikenal publik.
Misalnya, film Cinta Brontosaurus, Refrain, Bajaj Bajuri the Movie (2014), Moammar Emka's Jakarta Undercover, Yowis Ben, Srimulat: Hil yang Mustahal, Balada Si Roy, dan lain lain.
Selain aktif membuat film, Fajar Nugros juga mendirikan rumah produksi sendiri bersama sang istri, Susanti Dewi, dengan nama Demi Istri Production pada Januari 2013 silam. Nama itu dibuat untuk mengingatkan bahwa pekerjaannya ini semata untuk istri dan anak.
Pada 12 Mei 2020, Demi Istri Production diakuisisi sehingga namanya pun berubah menjadi IDN Pictures.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
