Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 Oktober 2024 | 04.17 WIB

Jessi Dibebaskan Setelah Enam Jam di Interogasi Perihal Penganiayaan yang Menimpa Penggemarnya

Jessi terlihat di kantor polisi Gangnam di Seoul (16/10). (News Nate) - Image

Jessi terlihat di kantor polisi Gangnam di Seoul (16/10). (News Nate)

JawaPos.com - Jessi menjalani pemeriksaan polisi pada tanggal 16 Oktober 2024, untuk menyelidiki pelaku penyerangan terhadap penggemarnya. 
 
Seperti yang diberitakan sebelumnya, seorang penggemar yang meminta foto Jessi diserang oleh seorang anggota rombongannya.
 
Jessi tiba di kantor polisi sekitar pukul 22.05 waktu setempat, dan memberikan pernyataan kepada para wartawan yang menunggunya. 
 
“Saya berharap mereka menemukan orang yang memukulnya dengan cepat, dan dia dihukum. Saya akan berbicara dengan jujur tentang semuanya," ujarnya dikutip dari Allkpop, Kamis (17/10).
 
Ketika ditanya oleh wartawan apakah dia pernah melihat pelaku sebelum hari kejadian, Jessi berkata jika dirinya baru pertama kali melihatnya.
 
Ketika ditanya apakah dia memiliki sesuatu untuk dikatakan kepada korban, Jessi berkata bahwa ia sangat menyesal.
 
Penyanyi solo berusia 35 tahun tersebut dibebaskan, pada pagi hari tanggal 17 Oktober, setelah sekitar enam jam di introgasi.
 
Namun tampaknya, ini bukan pertama kalinya rombongan Jessi menyerang orang lain.
 
Pada hari yang sama, acara televisi 'Crime Chief' JTBC menampilkan seorang korban dari kasus penyerangan tahun 2013, yang juga terkait dengan Jessi di sebuah klub di Itaewon, Seoul.
 
Pada bulan Mei 2013, Jessi didakwa melakukan penyerangan terhadap seorang perempuan Korea-Amerika Serikat di toilet sebuah klub di Itaewon. 
 
Korban telah mengajukan laporan terhadap Jessi dan dua temannya karena telah menyerangnya, yang kemudian dicabut.
 
Jessi kemudian mengklaim bahwa dia tidak ikut serta dalam penyerangan tersebut, dan dia hanya mencoba untuk melerai perkelahian tersebut. 
 
Namun, korban tidak setuju, mengatakan bahwa ada alasan lain di balik keputusannya untuk mencabut kasus tersebut.
 
“Saat itu, saya bertemu Jessi dan teman-temannya di toilet klub, dimana mereka secara tidak masuk akal memulai perkelahian dan mulai menyerang, ketika saya menyuruh mereka untuk masuk terlebih dahulu." 
 
"Mereka mencoba mendorong kepala saya ke dalam toilet. Setelah merampas tas saya, mereka berkata bahwa saya bisa mendapatkannya kembali jika meminta maaf dengan berlutut di lantai,” jelas korban seperti yang diberitakan Allkpop.
 
“Insiden itu terjadi ketika saya berencana untuk kembali ke Amerika Serikat untuk bekerja, dan sudah membuat rencana seperti membeli tiket pesawat." 
 
"Butuh waktu sekitar satu tahun untuk menyelesaikan kasus ini, dan saya tidak bisa meninggalkan negara ini selama kasus ini masih berlangsung." 
 
"Jadi saya tidak punya pilihan lain selain membatalkannya,” jelas korban tentang alasan dicabutnya laporan yang sudah dibuat.
 
“Jessi kemudian mengatakan, bahwa temannya yang menyerang saya kembali ke Amerika Serikat." 
 
"Sama halnya dengan kasus yang baru saja terjadi, dia mengatakan bahwa pelaku kembali ke Tiongkok. Jika tidak ada rekaman CCTV, Jessi pasti akan mengatakan bahwa dia tidak terlibat.”
 
Sementara itu, kepolisian Gangnam di Seoul memanggil Jessi sebagai terdakwa. Meskipun Jessi bukan pelaku penyerangan, ia dipanggil sebagai terdakwa setelah korban menuntutnya.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore