JawaPos.com - Baru-baru ini, Dongwoo Infinite muncul di episode ketiga variety show MBC Every1 'I'm All Grown Up, But Not Leaving,' pada tanggal 15 Oktober 2024.
Dongwoo Infinite hadir sebagai anggota 'Kanguru' terbaru, (Kanguru adalah sebutan untuk orang dewasa yang masih tinggal bersama orang tuanya).
Sejak awal, Dongwoo Infinite menarik banyak perhatian dengan tampil dengan nyaman, berjalan-jalan dengan bebas, dan menggunakan transportasi umum.
Namun, Dongwoo mengejutkan semua orang saat ia mengaku bahwa ia telah ditipu sebesar 700 juta KRW (Korea Won) atau sekitar Rp 1,980 miliar oleh dealer mobil.
Dalam episode terbaru, ia duduk bersama ibunya untuk makan, dan ibunya menunjukkan bagaimana Dongwoo berhemat dengan pengeluaran kecil, namun bisa tertipu ratusan juta KRW.
Dalam wawancara tersebut, Dongwoo menjelaskan,
“Saat itu aku berusia 21 atau 22 tahun... Aku sangat tidak sadar dan naif. Apa yang aku lakukan adalah mempercayakan stempel ku ke dealer mobil yang membantu diriku membeli mobil.”
“Aku tidak tahu, bahwa aku tidak boleh mempercayakan stempel pribadi kepada orang lain,” lanjut Dongwoo, seperti yang dikutip dari Allkpop.
Di Korea Selatan, individu sering menggunakan stempel pribadi yang terdaftar di kantor pemerintah setempat, untuk menandatangani dokumen penting sebagai pengganti tanda tangan.
Stempel ini digunakan untuk berbagai transaksi formal, dan legal seperti membuka rekening bank atau menyewa kendaraan.
“Sejak aku memberikan stempel pribadi padanya... Dia menggunakannya sesuka hatinya."
"Misalnya, jika biaya sewa mobil adalah 1 juta KRW (Rp 11.395 juta) per bulan, dia berkolusi dengan perusahaannya dan mengenakan biaya 1,5 juta KRW atau 2 juta KRW (Rp 17 juta hingga Rp 22 juta) dan di atas 3 juta KRW (Rp 34 juta) per bulan, untuk mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri.
"Aku tidak tahu tentang hal ini, dan akhirnya menyewa banyak mobil darinya. Biaya sewa tertinggi adalah 16 juta KRW (Rp 182 juta) per bulan."
"Saat itu aku hanya berpikir, bahwa itu adalah jumlah normal yang harus dibayarkan dan melihat uang dipotong dari rekening bank ku, sehingga tidak terlalu memikirkannya."
"Aku benar-benar tidak waras saat itu. Jadi totalnya adalah 700 juta KRW (Rp 7.983 miliar), yang telah aku habiskan untuk ditipu.”
Ketika ditanya apakah ada yang bisa ia lakukan, Dongwoo menjelaskan bahwa ia telah berkonsultasi dengan ahli hukum.
Namun, karena semua dokumennya sah dan stempel pribadinya telah dibubuhkan, pada dasarnya tidak ada yang bisa dia lakukan.
Ibunya juga mengungkapkan, bahwa sulit bagi Dongwoo untuk mandiri karena ia cenderung terlalu mudah mempercayai orang lain.
Memiliki perspektif yang terlalu naif terhadap berbagai hal, dan ceroboh dalam segala hal yang dilakukannya.
"Itu seperti meninggalkan seorang anak sendirian di tepi air," ungkap sang ibu mengenai Dongwoo.
***