Umi Pipik./ YouTube Alanabi Channel
JawaPos.com - Pipik Dian Irawati atau kerap disapa Umi Pipik sempat menyinggung soal kecurangan Pilpres yang memenangkan Paslon Prabowo-Gibran.
Setelah pernyataannya itu ramai di media sosial ditanggapi pro dan kontra oleh warganet, Umi Pipik menutup kolom komentar dan memberikan penjelasan lebih lanjut. Dia menyatakan pernyataan sebelumnya bukan sebuah tuduhan adanya kecurangan dalam Pilpres.
Namun sebuah pengandaian untuk semakin memantapkan pilihannya terhadap paslon tertentu yang katanya dapat dipertanggung jawabkan di dunia dan akhirat.
Namun kini, Umi Pipik akhirnya minta maaf atas pernyataannya yang menuai kontroversi di media sosial. Permintaan maafnya itu disampaikan melalui unggahan terbarunya di Instagram.
"Ibu-ibu salihah, bapak-bapak saleh, maaf lahir batin atas segala salah dan ucap," ujar Umi Pipik.
Dia pun meminta untuk tidak lagi saling serang di media sosial sebagai sesama saudara sebangsa. Siapapun yang memimpi negeri ini,kata Umi Pipik, ada harapan besar bagi sang pemimpin untuk dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan sebaik mungkin untuk kebaikan masyarakat luas.
"Siapapun yang mimpin, kita gak mikirin kemenangan yang sesaat, tapi yang kita harus pikirkan Indonesia untuk selamanya agar menjadi baik dalam segala hal," tuturnya.
"Untuk rakyat mendapat kemudahan dalam segala aspek, negeri penuh berkah, baldatun toyyibatun warofun ghofur. Maaf lahir bathin semuanya semoga Allah berkahi, mudahkan segala urusan kalian diberikan rejeki dan kebahagiaan dan keselamatan dunia akhirat," lanjutnya.
Sebelumnya, Umi Pipik menyatakan pandangannya soal Pilpres dan menyinggung soal kecurangan.
"Kalaupun ada kecurangan dan ketidak jujuran, dan kalaupun PBW sudah di-setting untuk menang, saya pribadi tetap bangga dengan pilihan saya. Setidaknya menjad saksi saya di akhirat kepada siapa saya memilih pemimpin yang ber STAF sidiq (jujur) tabliq (menyampaikan kebenaran), amanah (bisa dipercaya), fathonah (cerdas)," tutur Umi Pipik.
Setelah pernyataannya itu viral di media sosial, Umi Pipik memberikan penjelasan lebih lanjut. Dia menyatakan kecurangan yang yang diungkapkannya bukan lah sebuah tuduhan. Melainkan sebuah pengandaian yang bisa jadi kecurangan itu tidak pernah terjadi di Pilpres 2024.