
Pesulap Marcel Radhival berharap pihak kepolisian tidak mempersulit terduga para korban Syamsudin dalam membuat laporan polisi.
JawaPos.com - Pesulap Marcel Radhival diketahui sempat terlibat perseteruan hebat dengan Syamsudin yang dulunya merupakan pemilik Padepokan Nur Dzat Sejati. Keduanya terlibat perseteruan sengit setelah Marcel Radhival membongkar praktik pengobatan Syamsudin diduga sebagai akal-akalan karena menerapkan trik sulap.
Setelah cukup lama dari perseteruan mereka tersebut, kini Marcel Radhival mendapatkan kabar tidak mengenakkan melalui pemberitaan media. Praktik pengobatan Syamsudin ternyata masih dipercaya sehingga didatangi oleh pasien. Dia sedih karena pasien perempuan berinisial SWT dinyatakan meninggal dunia usai menjalani pengobatan alternatif di tempat Syamsudin.
"Sumpah sedih banget baca berita terbaru ini, turut berduka untuk korban. Saya pribadi maaf banget tidak bisa berbuat apa-apa jika sudah terjadi seperti ini," tulis Marcel Radhival dalam unggahannya di Instagram.
Marcel Radhival berharap kasus kematian pasien diusut oleh pihak kepolisian. Dia pun berharap pihak kepolisian tidak mempersulit terduga para korban Syamsudin dalam membuat laporan polisi.
"Dia jelas-jelas membuat konten hoax, membuka pengobatan palsu, dan terakhir ini sampai ditemukan jenazah di ponpesnya. Kurang apa lagi??!!" lanjut Marcel Radhival.
Marcel Radhival mengaku sudah berusaha maksimal memberikan edukasi ke publik terkait pengobatan alternatif Syamsudin yang dianggapnya palsu dan lebih mengarah ke penipuan serta cenderung akal-akalan. Meski dia sudah berusaha meyakinkan publik saat terlibat perseteruan dulu, sayangnya masih ada yang memercayainya.
"Ketika viral menghadapi dukun Blitar ini, saya sudah meluangkan waktu semaksimal mungkin ke TV, podcast, dll cuma untuk mencegah kamu semua mendatangi dukun Blitar ini. Karena memang dia sangat berbahaya ketika kamu ingin membongkarnya secara langsung," tuturnya.
Menurut pengakuan Marcel Radhival, Syamsudin sempat memancingnya supaya datang ke Blitar diduga untuk tujuan negatif. Namun untungnya, Marcel Radhival ditahan oleh timnya dan tidak mengikuti.
"Karena tidak ada jalan lain untuk menghentikan saya membongkar kepalsuannnya kecuali dengan menghilangkan nyawa saya, dan Alhamdulillah saya tidak terpancing untuk datang kembali," paparnya.
Seorang perempuan berinisial SWT yang merupakan warga Kelurahan Morokrembang, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, ditemukan meninggal dunia di toilet Pondok Nuswantoro milik Syamsudin pada Senin (11/12) malam setelah berobat.
SWT ditemukan di dalam toilet dalam kondisi tak bernyawa setelah dilakukan pencarian oleh pihak kepolisian. Berdasarkan laporan pihak keluarga, SWT tidak kunjung pulang selama 3 hari.
SWT memang sempat pamit ke keluarga untuk melakukan terapi di Pondok Nuswantoro milik Syamsudin pada Sabtu (9/12). Namun sayangnya perempuan berusia 59 tahun tersebut tidak pulang sampai 3 hari.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
