
Conten Creator Bayu Skak menyayangkan tidak adanya topik ekonomi kreatif dalam tema Debat Capres – Cawapres 2024. Sumber: IG @moektito
JawaPos.com – Konten kreator sekaligus sineas muda tanah air, Bayu Skak, mengungkapkan keresahannya ihwal tema Debat Capres – Cawapres 2024 yang sudah ditentukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya (@moektito), Bayu Skak mengaku menyayangkan tidak adanya isu tentang Ekonomi Kreatif, di antara deretan tema yang diajukan.
Sebagai seorang kreator digital, persoalan Ekonomi Kreatif dinilai sangat penting untuk menjadi perhatian para pemimpin negara kelak
“Ekonomi Kreatif itu juga penting lho buat negara. Semua orang yang bergelut di industri kreatif pasti kecewa. Kenapa ya kok ngga ada? Padahal juga sama pentingnya dengan yang lain-lain,” kata dia, dikutip JawaPos.com, Rabu (13/12).
Lulusan Universitas Negeri Malang (UM) itu menjelaskan, bahwa selama ini kebanyakan masyarakat masih melihat industri kreatif sebagai hiburan belaka. Padahal, kata dia, industri kreatif bisa menjadi lokomotif perekonomian.
Menurutnya, di era sekarang, industri kreatif mengambil peran penting pada kemajuan negara. Misalnya, banyaknya konten kreator yang membantu UMKM atau sisi-sisi lain seperti pariwisata hingga kuliner.
“Mikirnya harus gini temen-temen, karya kreatif itu juga bisa menjadi lokomotif. Kalau diibaratkan sebuah kereta ya, itu kan ada lokomotif dan gerbong-gerbong di belakangnya. Nah gerbong-gerbong harus ada yang narik,” jelasnya.
“Gerbong-gerbong ini bisa diisi dengan industri-industri lainnya, untuk menjadi lokomotif yang paling enak itu ya karya kreatif. Karya kreatif itu bisa berupa film, animasi, series, lagu,” lanjutnya.
Dalam hal ini, Bayu Skak berkaca pada industri dunia hiburan Korea Selatan. Dengan banyaknya produk hiburan dan kreatif seperti Kdrama, Kpop, kuliner dan lainnya, dukungan pemerintah yang sepadan, membuat perekonomian negeri gingseng itu melesat cepat.
“Korea Selatan sepakat yang jadi lokomotifnya adalah kpop dan kdrama, dan gerbongnya diisi dengan banyak hal, industri-industri yang mereka punya,” pungkasnya.
“Mereka memikirkan bagaimana ekonomi kreatifnya itu tumbuh agar bisa menjadi lokomotif yang kuat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bayu menyebut Korea Selatan bukan satu-satunya negara yang menerapkan pentingnya ekonomi kreatif sebagai lokomotif, melainkan sudah diikuti oleh banyak negara-negara lain.
Indonesia, dinilai masih belum terlambat untuk memulai memprioritaskan ekonomi kreatif. Katanya, sejauh ini Indonesia hanya sampai pada perencanaan saja dan belum pada eksekusi yang maksimal dan hasil yang nyata.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
