Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Juli 2021 | 22.01 WIB

Cerita Spiritual Tantri Kotak Rayakan Idul Adha di Rumah Sakit

TANTRI KOTAK - DOK. TANTRI KOTAK - Image

TANTRI KOTAK - DOK. TANTRI KOTAK

JawaPos.com—Vokalis band Kotak, Tantri merayakan Idul Adha tahun ini dengan cara yang sangat tidak biasa. Alih-alih berada di rumah bersama keluarga tercinta, Tantri harus melewati hari besar ini di rumah sakit karena harus menjaga dan menyamangati kedua orang tuanya yang terpapar Covid-19.

Mendengar takbir menggema dari rumah sakit diakui Tantri sangat berbeda. Bagi Tantri, pengalaman itu menambah pengalaman dari perjalanan spritualnya.

Terdengar dalam dan menyejukkan, padahal sebagai manusia dada ini sesak ketika melihat orang tua sakit. Tapi saat takbir berkumandang, saya dingatkan. Saya hanyalah manusia, yang bisa merencanakan Allah Maha Pemilik Segalanya,” tulis Tantri Kotak di Instagram.

Kedua orang tua Tantri terpapar Covid-19 beberapa hari lalu. Ia juga pernah membagikan perjuangannya mencari rumah sakit.

Ada banyak titik pasrah yang saya lalui di minggu ini, disaat itulah Allah permudah jalannya. Karena saya yakin, Allah Maha Mengabulkan. Akhirnya di malam takbiran Allah permudah orang tua saya untuk mendapatkan kamar perawatan/isolasi di RS EMC Tangerang. Ini jalan terbaik saat ini karena faktor resiko penyakit bawaan mereka yang harus di pantau dokter 24 jam,” lanjut Tantri.

Tantri juga mengungkapkan, sebagai seorang anak, dia akan mengusahakan yang terbaik untuk kedua orang tuanya. Tantri berdoa agar Allah mengangkap penyakit dan menyembuhkan kedua orang tuanya dari virus Korona.

Semoga Allah segera angkat sakitnya, bisa berkumpul kembali dengan semua. Mohon doa untuk kesembuhan orang tua saya. Apalagi di hari baik ini, mohon maaf lahir dan batin,” kata Tantri.

Sementara itu, Arda Naff selaku suami Tantri juga mengungkapkan pengalaman merayakan Hari Raya Idul Adha di rumah sakit sambnil menemani dan menyemangati kedua orang tua Tantri. Pengalaman itu memberikan pelajaran berharga baginya akan rasa syukur atas segala limpahan karunia dan kenikmatan yang telah diperolehnya selama ini.

Apa arti pengorbanan? Kalau ada itung-itungan itu bukan pengorbanan tapi matematika, orang tua merawat kita saat kita kecil kepala jd kaki dan kaki jadi kepala. Alhamdulillah mama papa semakin membaik, saya yakin banyak yg sembuh, kita akan segera keluar dari badai ini, kekuatan doa, kasih sayang serta pengorbanan akan sampai kepada Maha Cinta. Yang tidak pernah perhitungan justru akan selalu diperhitungkan, Selamat Idul Adha, maafkan kami yang berlapis dosa,” katanya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore