
Penonton konser grup band asal Inggris, Coldplay menunjukkan stiker saat akan memasuki Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Rabu (15/11/2023). / Sumber: ANTARA FOTO/M Risyal Hiday
JawaPos.com - Konser Coldplay menarik antusias penggemarnya yang luar biasa. Namun sangat disayangkan, jika antusias tersebut harus terhalang oleh oknum - oknum tak bertanggung jawab.
Band asal Inggris Coldplay berhasil menggebrak Stadion Bung Karno pada Rabu (15/11) malam.
Namun, penipuan tiket palsu masih berlangsung hingga hari dimulainya konser. Dilansir dari ANTARA, terdapat ratusan laporan yang masuk mengenai hal tersebut.
"Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan, maupun upaya lainnya agar yang bersangkutan bisa mengembalikan uang tiket, apabila memang tidak dapat," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (15/11).
Pihak Susatyo terus mendalami modus penipuan, termasuk menelaah lebih terkait kerugian yang dialami sejumlah korban.
"Memang modusnya adalah masyarakat memesan kepada yang bersangkutan, kemudian dia berusaha mencairkan, namun sampai dengan hari H ini belum ada tiket yang bisa diberikan kepada pemesan tersebut," ujar Susatyo.
Menurut catatan Polres Metro Jakarta Pusat, kerugian korban penipuan pembelian tiket konser Coldplay mencapai Rp1,3 miliar atas 400 tiket.
Menanggapi kasus ini, Satreskrim Polres Jakarta Pusat bersama panitia konser Coldplay juga menyiapkan posko bagi masyarakat yang ingin melaporkan terkait pemalsuan tiket konser Coldplay atau bentuk penipuan lainnya.
Kepolisian dan panitia juga menegaskan, pihaknya akan menyelesaikan jika ada kasus penipuan tiket konser ataupun pindai kode batang (scan barcode) yang tidak berfungsi.
Disisi lain, menurut laporan ANTARA, polisi berhasil meringkus penjual tiket palsu Coldplay berinisial RA di sebuah rumah Kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Rabu (15/11).
Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKB Bintoro, kepada pewarta, Rabu, mengatakan pelaku menjual tiket palsu dengan cara menjiplak tiket asli yang dia beli.
"Pelaku menjual tiket secara langsung kepada para korban," ujar AKB Bintoro.
Penangkapan RA berdasarkan laporan korban berinisial FSA dan rekan - rekannya. Secara keseluruhan para korban membeli 24 tiket seharga Rp312 juta.
Bintoro mengungkapkan jika berlaku yang sehari - hari bekerja sebagai wiraswasta menjalankan aksinya dari mulut ke mulut.
"Melihat tiket asli, korban tergiur. Tetapi yang diserahkan pelaku adalah tiket hasil duplikat. Setelah ditukar, korban baru mengetahui tiket yang dibeli adalah palsu," jelas Bintoro.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
