Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Oktober 2023 | 15.45 WIB

Pementasan Teater Berjudul Calon Lawan Beri Sindiran untuk MK

Pementasan teater berjudul Calon Lawan di Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta. - Image

Pementasan teater berjudul Calon Lawan di Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta.

JawaPos.com - Pementasan teater Calon Lawan di hari pertama berhasil digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Jumat, 20 Oktober 2023. Ribuan orang menonton pertunjukan yang memiliki durasi kurang lebih 2 jam tersebut.

Pementasan Calon Lawan menampilkan sindiran tentang MK terkait perebutan kekuasaan. Hal ini langsung mengingatkan para penonton pada kejadian aktual beberapa hari belakangan yang menetapkan syarat calon presiden atau wakil presiden sekurang-kurangnya berusia 40 tahun dan ditambahkan dengan pengecualian pernah menjadi kepala daerah berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi.

Merupakan suatu sindiran, MK yang dimaksud pementasan Calon Lawan tentu punya kepanjangannya sendiri. Bukan Mahkamah Konstitusi, melainkan Master of Kungfu atau Mahkamah Kungfu.

"Saya kalau mau dapat jabatan mudah, Om saya duduk di MK. Mahkamah Kungfu," demikian dialog yang diungkap salah satu pemainnya.

Sindiran tentang MK sepanjang pertunjukan Calon Lawan terjadi beberapa kali, membuat penonton tertawa karena dibawakan dengan jenaka oleh para pemainnya.

Selain itu, pertunjukan Calon Lawan juga mengungkap tentang fenomena korupsi yang terjadi di balik proses pemungutan pajak. Diangkat dengan renyah dibumbui sentuhan komedi, membuat para penonton terhibur dan kompak tertawa.

Pementasan teater Calon Lawan memiliki pesan mendalam tentang keinginan manusia untuk berkuasa atau menjalankan pengaruhnya ke orang lain.

Para penonton diajak untuk memaknai tentang kekuasaan dan siapa lawan yang sebenarnya manusia. Calon Lawan mengungkap lawan sesungguhnya manusia ternyata bukan lah lawan yang terlihat yang bisa ditaklukkan. Musuh yang tidak terlihat merupakan musuh yang sesungguhnya bagi manusia.

Pementasaan ini mengantarkan pesan penting tersebut dengan berusaha menguak siapa sebenarnya pendekar tua tanpa nama dan misteri di balik munculnya sejumlah kalung burung putih. Pementasan Calon Lawan diperkuat oleh sejumlah pemain. Di antaranya Butet Kartaredjasa, Cak Lontong, Akbar, Oppie Andaresta, Marwoto, dan lain-lain. Pementasan teater ini juga diperkuat oleh salah satu putri mendiang Gus Dur, Inaya Wahid, yang dalam beberapa bagian juga memberikan sentilan tajam.

Selain itu, pertunjukan Calon Lawan jadi semakin berwarna turut dimeriahkan kelompok wushu. Mereka beraksi dengan sangat lincah dengan gerakan-gerakan estetik di atas panggung.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore