
Pementasan teater berjudul Calon Lawan di Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta.
JawaPos.com - Pementasan teater Calon Lawan di hari pertama berhasil digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Jumat, 20 Oktober 2023. Ribuan orang menonton pertunjukan yang memiliki durasi kurang lebih 2 jam tersebut.
Pementasan Calon Lawan menampilkan sindiran tentang MK terkait perebutan kekuasaan. Hal ini langsung mengingatkan para penonton pada kejadian aktual beberapa hari belakangan yang menetapkan syarat calon presiden atau wakil presiden sekurang-kurangnya berusia 40 tahun dan ditambahkan dengan pengecualian pernah menjadi kepala daerah berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi.
Merupakan suatu sindiran, MK yang dimaksud pementasan Calon Lawan tentu punya kepanjangannya sendiri. Bukan Mahkamah Konstitusi, melainkan Master of Kungfu atau Mahkamah Kungfu.
"Saya kalau mau dapat jabatan mudah, Om saya duduk di MK. Mahkamah Kungfu," demikian dialog yang diungkap salah satu pemainnya.
Sindiran tentang MK sepanjang pertunjukan Calon Lawan terjadi beberapa kali, membuat penonton tertawa karena dibawakan dengan jenaka oleh para pemainnya.
Selain itu, pertunjukan Calon Lawan juga mengungkap tentang fenomena korupsi yang terjadi di balik proses pemungutan pajak. Diangkat dengan renyah dibumbui sentuhan komedi, membuat para penonton terhibur dan kompak tertawa.
Pementasan teater Calon Lawan memiliki pesan mendalam tentang keinginan manusia untuk berkuasa atau menjalankan pengaruhnya ke orang lain.
Para penonton diajak untuk memaknai tentang kekuasaan dan siapa lawan yang sebenarnya manusia. Calon Lawan mengungkap lawan sesungguhnya manusia ternyata bukan lah lawan yang terlihat yang bisa ditaklukkan. Musuh yang tidak terlihat merupakan musuh yang sesungguhnya bagi manusia.
Pementasaan ini mengantarkan pesan penting tersebut dengan berusaha menguak siapa sebenarnya pendekar tua tanpa nama dan misteri di balik munculnya sejumlah kalung burung putih. Pementasan Calon Lawan diperkuat oleh sejumlah pemain. Di antaranya Butet Kartaredjasa, Cak Lontong, Akbar, Oppie Andaresta, Marwoto, dan lain-lain. Pementasan teater ini juga diperkuat oleh salah satu putri mendiang Gus Dur, Inaya Wahid, yang dalam beberapa bagian juga memberikan sentilan tajam.
Selain itu, pertunjukan Calon Lawan jadi semakin berwarna turut dimeriahkan kelompok wushu. Mereka beraksi dengan sangat lincah dengan gerakan-gerakan estetik di atas panggung.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
