
Dokter Richard Lee kecewa dengan seorang apoteker.
JawaPos.com – Aplikasi TikTok mulai marak di Indonesia pada 2020 lalu. Aplikasi berbentuk video musik tersebut bahkan populer di semua kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari artis, pejabat, publik figur dan yang lainnya.
Namun, dibalik ketenarannya, pakar FYP TikTok, Leo Giovanni mengaku telah tertipu dengan modus MCN (Multi Channel Network) yang menaunginya dalam Aplikasi tersebut. Hal ini dibuka langsung dalam podcast YouTube dr Richard Lee.
“Maka dari itu, hari ini langsung hadir didepan saya orang yang kena tipu (MCN Tiongkok), ada Leo Giovanni,” terang dr. Richard yang dilansir pada Sabtu (26/8).
Leo Giovanni sendiri membenarkan hal tersebut bahkan menceritakan secara detail. Dimana menurutnya, MCN yang menjadi pihak ketiga seharusnya mengajari dan mengedukasi kreator untuk memonetisasi akun, mereka malah hanya mengambil potomgan komisi kreator tanpa memberi feedback atau pembelajaran apapun.
"Oh oke, berarti kamu masuk ke MCN yang Cina itu, kamu kerja kamu jualan, dia diem aja gk ada feedback sama sekali. Hubungin kamu enggak, ngajarin enggak, ngasih data enggak, kasih value apapun enggak. Jadi dia sedot aja komisinya," rangkum dr Richard.
Pemilik buku Trik Ngonten TikTok dari 0 Sampai FYP tersebut menjabarkan apa yang ia alami selama ini setelah bergabung dengan MCN Tiongkok. Ia merasa yang seharisnya pihak agency memberikan edukasi perihal konten TikTok namun nyatanya dibiarkan dan komisi tetap dibagi.
Leo bahkan geram saat murid-murid atau teman-teman TikToknya membagi pengalaman MCN mereka yang ternyata lebih sadis dari dia. Leo mengungkapkan bahwa potongan komisi yang seharusnya tidak berlaku jika tidak membuat konten, temannya malah masih saja dipotong komisi.
Melihat kemirisan dari curhatan followers Leo, dr Richard semapt menyebut kasus ini dengan 'penjajahn online' yang ditimpali langsung oleh Leo "wah, perbudakan modern," terangnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
