
Penyanyi Reza Artamevia dihadirkan saat rilis yang digelar di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya pada Minggu (6/92020). Pihak Kepoisian menangkap Penyanyi Reza Artamevia atas kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Dari penangkapan tersebut polisi m
JawaPos.com - Diva Tanah Air, Reza Artamevia (RA) ditangkap oleh pihak kepolisian atas kasus kepemilikan dan penggunaan sabu. Padahal, sebelumnya RA juga pernah ditangkap atas kasus serupa pada 2016 silam.
Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan bahwa kasus ini berbeda dengan yang ada saat itu. Pasalnya, RA kala itu tidak ditahan seperti sekarang, dia hanya direhabilitasi.
"Tidak (ada hubungan) termasuk dengan 2016 lalu, dia jadi saksi saat rehabilitasi 2 bulan. Tidak ada hubungannya (kasus 2016) dengan inisial F (DPO)" ungkapnya dalam konferensi pers, Minggu (6/9).
Di mana diketahui, RA telah memakai barang haram ini sejak 4 bulan lalu. Dia mengatakan bahwa penyanyi papan atas itu memakai sabu untuk mengisi waktu selama di rumah.
"Sekitar 4 bulan selama pandemi Covid-19 yang di rumah saja. Setiap orang yang ditangkap, publik figur memang mengatakan mengisi kekosongan waktu di rumah saja sehingga terpengaruh menggunakan barang haram," ujarnya.
Atas kasusnya, RA sendiri pun meminta maaf kepada semua pihak, khususnya untuk keluarga. Dia mengaku menyesal dengan tindakan yang telah ia perbuat.
"Saya mohon maaf lahir batin atas kesalahan yg saya perbuat, semoga hal ini tidak dicontoh dan menjadi pelajaran, bagi saya khususnya," imbuhnya.
Sebagai informasi, sebelumnya, pada 2016, Reza Artamevia bersama dengab Gatot Brajamusti diamankan petugas kepolisian saat berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) atas dugaan penggunaan sabu. Hasil tes pun menunjukkan bahwa keduanya positif narkoba.
Pada saat itu, Reza disebut baru pada tahap coba-coba menggunakan narkoba. Maka dari itu, dia menjalani tahap rehabilitasi untuk mengobati penggunaan zat terlarang tersebut. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
