
Kawasan titik nol IKN Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Novi Abdi/Antara
JawaPos.com - PT Hutama Karya (Persero) membidik beberapa proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN) yaitu pembangunan Istana Wakil Presiden (Wapres) dan rumah susun atau rusun Aparatur Sipil Negara (ASN). Direktur Operasi II Hutama Karya Gunadi menyampaikan, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi aktif dengan beberapa konsultan perencana serta berkomunikasi dengan Kementerian PUPR tentang paket-paket yang disediakan pada tahun 2023.
Selain proyek IKN, Hutama Karya juga membidik proyek-proyek lainnya seperti universitas, gedung perkantoran, dan lainnya. "Kami sudah membidik dan mempersiapkan tender-tender proyek seperti beberapa rumah sakit, universitas, gedung perkantoran, hingga stadion olah raga," kata Gunadi, dikutip dari Antara, Kamis (26/1).
Pada 2023, Hutama Karya menargetkan beberapa kontrak baru senilai Rp 3,62 triliun dengan jumlah 10 non-KSO dan empat proyek KSO. Pada tahun ini, perseroan optimistis merampungkan sejumlah proyek gedung sesuai target.
Hingga akhir 2023 ini, terdapat enam proyek gedung konstruksi yang akan diselesaikan perusahaan. Antara lain yaitu, proyek pembangunan Gedung Universitas Malikussaleh di Lhokseumawe dan Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung.
Kemudian, proyek Geodiversitas LIPI di Kebumen, serta RS Ibu dan Anak Sanglah II di Bali. Terakhir, RS Ibu dan Anak Sardjito Jogjakarta, serta Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Toba di Sumatera Utara.
Gunadi mengatakan bahwa sebagian besar dari proyek- proyek tersebut rencananya akan selesai pada semester II 2023. "Target kami bukan hanya selesai tepat waktu saja, namun juga memberikan hasil dengan kualitas yang terbaik," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa dari sekian proyek tersebut, salah satu yang memiliki progres paling signifikan saat ini adalah proyek gedung kampus Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe-Aceh. Proyek yang dimulai sejak Agustus 2021 ini sudah memiliki progres 40 persen.
Saat ini sedang dilakukan pengerjaan struktur baja rangka atap dan finishing arsitek, dengan lingkup pekerjaan meliputi arsitektur, mekanikal, engineering, plumbing, serta site development. Proyek ini ditargetkan rampung pada Agustus 2023.
Sementara itu, proyek lain yang memiliki tingkat kerumitan cukup tinggi adalah Proyek Tower Menara Telekomunikasi Turyapada di Kabupaten Buleleng, Bali. Hal ini dikarenakan struktur lapisan tanah yang berbatu, sehingga butuh perhatian khusus saat proses pekerjaan galian tanah.
Melihat karakteristik proyek cukup beragam dengan masing-masing tingkat kerumitannya, Hutama Karya mengimplementasikan sejumlah strategi untuk percepatan penyelesaiannya. "Kami sudah mempersiapkan sejumlah strategi untuk percepatan konstruksinya seperti pemanfaatan teknologi Building Information Modelling, penguatan sinergisitas dengan masyarakat sekitar, tokoh-tokoh masyarakat dan tenaga kerja lokal," kata Gunadi.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
