
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono (kanan). Indra Arief Pribadi/Antara
JawaPos.com - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono mengatakan, ada beberapa sektor usaha yang memiliki prospek cerah di IKN bagi para investor. Di antaranya sektor transportasi, pendidikan, energi baru dan terbarukan, industri pertanian berkelanjutan, hingga teknologi cerdas alias AI.
”Hingga saat ini, lebih dari 70 perusahaan swasta telah mengirimkan letter of intent ke Otorita IKN dan menyatakan minat berinvestasi di IKN," kata Bambang dalam keterangan tertulis, Minggu (22/1).
Ia memastikan, puluhan investor yang berminat itu sudah termasuk dengan 11 perusahaan dari negara tetangga, yakni Malaysia.
"Ini termasuk 11 pernyataan dari perusahaan Malaysia yang baru-baru ini disampaikan pada kami di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim,” imbuhnya.
Terkait banyaknya investor yang berminat untuk menanamkan modalnya di IKN, Bambang optimistis bahwa negara lain juga akan ikut serta bergabung. Ia menajelaskan, hal ini sesuai dengan target anggaran pemerintah Indonesia yang mana 80 persen dari biaya pembangunan IKN Nusantara berasal dari swasta.
Terkait target ini Bambang optimistis akan tercapai, terlebih IKN kini sudah masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain itu, kata Bambang, IKN juga telah memliki payung hukum yang kuat sehingga soal rencana pembangunannya dipastikan berlanjut karena hukum yang ada telah memberi kepastian bagi investor.
”Melihat perkembangan ini, saya yakin IKN akan terus menarik banyak investor, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” jelasnya.
Adapun kini, beberapa infrastruktur telah selesai 100 persen, yaitu Jalan Lingkar Sepaku 1, 2, dan 3. Kemudian, pembangunan gedung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan juga telah dimulai, termasuk Istana Kepresidenan, Kantor Presiden, dan Sekretariat Presiden. Sementara itu, tiga investor swasta telah dinyatakan mendapat letter to proceed untuk mulai membangun 184 tower hunian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Senada dengan Bambang, Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah mengatakan investor seharusnya mau menanamkan modal di IKN. Mengingat, IKN sangatlah potensial sebagai pusat ekonomi baru di Indonesia.
“Investor pasti bisa melihat masa depan dari IKN ini. Seperti para investor yang menanamkan modalnya di BSD sekitarnya beberapa puluh tahun lalu, sekarang mereka sudah menikmati hasil investasinya,” kata Piter.
Kendati demikian, Piter menyebut pemerintah masih perlu menunjukan ke para investor terkait kepastian dalam berinvestasi di IKN Nusantara. Salah satunya, kepercayaan akan meningkat apabila pembangunan infrastruktur sudah mulai terlihat.
”Jika fisik gedung-gedung Lembaga Pemerintah sudah jadi, saya yakin investor akan berdatangan ke IKN,” tandasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
