
Tamu undangan hadir dalam upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di lapangan upacara Istana Negara Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (17/8/2024). (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)
JawaPos.com-Kajian terbaru yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications menyoroti upaya mitigasi risiko penularan malaria dan penyakit yang ditularkan melalui vektor (nyamuk) seperti demam berdarah, zika, chikungunya, dan Japanese Encephalitis.
Kajian berjudul “Mitigating risks of malaria and other vector-borne diseases in the new capital city of Indonesia” ini diketuai oleh Dr Henry Surendra, Associate Professor dan koordinator program Master of Public Health, Monash University, Indonesia.
Kajian ini dilakukan bersama peneliti senior Dr Iqbal Elyazar, Geospatial and Epidemiology Program Manager, Oxford University Clinical Research Unit, Dr Kimberly Fornace, Associate Professor and Co-lead of the Climate, Environment and Health Programme, Saw Swee Hock School of Public Health, National University of Singapore, dan berbagai pemangku kepentingan di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, WHO Indonesia, dan UNICEF Indonesia.
Manajer Program Malaria Nasional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr Helen Prameswari mengatakan, “Terlepas dari keberhasilan mengendalikan penularan malaria di IKN, Kementerian Kesehatan bersama Otorita IKN dan Pemerintah Daerah setempat tetap menaruh perhatian besar dalam upaya mitigasi risiko kasus malaria."
Dia menambahkan, salah satu buktinya adalah melalui pembentukan Gugus Tugas Bebas Malaria pada Mei lalu, yang menyasar populasi pekerja konstruksi, buruh migran, dan pekerja kehutanan setempat. Selain itu, diperlukan juga kerjasama lintas ilmu dan lintas sektor, mulai dari pusat sampai daerah.
Untuk mengoptimalkan upaya penanganan malaria dan penyakit tular vektor lainnya, Henry dan tim merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana perubahan lingkungan, perilaku vektor, dan mobilitas manusia berkontribusi terhadap penyebaran penyakit.
Dengan kemajuan teknologi seperti data satelit dan perangkat AI, ada potensi untuk memantau perubahan secara real-time dan menyempurnakan rencana tata ruang untuk mengurangi risiko kesehatan pada pembangunan kota seperti IKN.
“Mengingat skala pembangunan IKN dan potensi dampaknya di seluruh Kalimantan Timur, penting bagi para pemangku kepentingan terkait untuk membina kolaborasi lintas batas dengan provinsi sekitar dan juga negara tetangga. Pendekatan multidisiplin akan memastikan bahwa tantangan kesehatan, ekologi, dan sosial ditangani secara komprehensif,” jelas Henry.
"Kebutuhan akan strategi adaptif, terutama terkait ambisi Indonesia bebas malaria pada 2030, menggarisbawahi pentingnya pendekatan yang lebih informatif dan kolaboratif dalam mitigasi malaria di seluruh Indonesia”, tambah peneliti senior Dr Iqbal Elyazar.
Senada dengan optimisme di atas, Alex Lechner, Vice President of Research Monash University, Indonesia, menyatakan, urbanisasi yang cepat dan perubahan iklim menghadirkan tantangan signifikan bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah rentan malaria seperti Indonesia. Penelitian kolaboratif dan solusi inovatif sangat penting untuk mengatasi dampak kesehatan dan lingkungan dari proyek infrastruktur skala besar seperti di IKN. "Kami berkomitmen untuk terlibat aktif mengintegrasikan desain tata kota dengan pertimbangan ekologi dan kesehatan, guna mempromosikan masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan," tegas Alex Lechner.
Secara keseluruhan, pembangunan IKN menawarkan peluang penting dalam mengintegrasikan langkah-langkah pengawasan dan pengendalian penyakit menular ke dalam proyek ifrastruktur berskala besar.
Berbagai langkah antisipatif yang telah dilakukan dapat menjadi contoh bagi pembangunan ibu kota di negara-negara lain di masa depan, yang mungkin menghadapi tantangan lingkungan serupa seperti di IKN. (*)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
