
HUNIAN ASN: Pemerintah sedang menyiapkan rumah dinas untuk aparatur sipil negara yang akan direlokasi ke IKN. Khusus untuk ASN, disiapkan 31 menara rusun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan.
JawaPos.com – Menjelang masa berakhirnya kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sudah terlihat wujudnya. Sebagian hunian aparatur sipil negara (ASN) pun sudah rampung.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menerangkan, kemarin (14/9) kementerian yang dirinya pimpin telah membangun 22 embung di kawasan IKN. Salah satunya, Embung MBH yang berada di KIPP IKN. ’’Pada Desember nanti jumlahnya menjadi 30 embung. Fungsinya untuk konservasi air,” katanya.
Basuki menyebut air berasal dari hujan yang ditangkap catchment area. Sebelum masuk embung, air disaring. ’’Kami memakai teknik sedimentasi trap. Sehingga begitu masuk ke embung, air sudah cukup jernih,” ujarnya.
Sementara itu, Embung MBH yang paling dekat dengan Istana Garuda memiliki kapasitas volume tampungan sebesar 66 ribu m3 dengan luas tampungan 28.150 m2. Kedalamannya adalah 5–6 meter. Sudah tersedia jogging track sepanjang 3 km. ’’Saya kira ini merupakan spot paling baik karena dari sini terlihat pemandangan Istana Garuda, Istana Negara, dan kantor-kantor kementerian koordinator,” ujarnya.
Sementara itu, untuk hunian ASN, sudah 560 unit yang selesai. Yang ditargetkan untuk ASN adalah 29 tower atau 1.740 unit. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Anas mengungkapkan bahwa hunian ASN cukup nyaman dan dekat dengan Sumbu Kebangsaan IKN. ’’Presiden berharap ini sistemnya integrasi dengan sistem digital dan kualitasnya yang baik untuk ASN,” katanya.
Fasilitas hunian yang nyaman itu diharapkan bisa mendukung kinerja ASN. Selain hunian, ada kawasan yang dimanfaatkan untuk berolahraga. ’’Sudah diputuskan presiden satu keluarga satu unit. Tidak lagi sharing,” ujarnya.
Setiap hunian ASN memiliki 1 kamar mandi dan 3 kamar tidur. Salah satu kamar tidur dilengkapi kamar mandi dalam. Selain itu, ada ruang tamu, ruang makan, dapur, hingga tempat cuci piring. Hunian tersebut menerapkan smart home system yang aksesnya cukup dengan scan barcode.
Nantinya ada 47 tower yang dibangun. Total ada 2.820 unit hunian. Selain untuk ASN, pembangunan hunian itu diperuntukkan anggota TNI dan Polri. (lyn/c7/ttg)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
