Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Juni 2024 | 23.18 WIB

Berkonsep Smart Defense System, Kemenhan dan Otorita Susun Pertahanan Berlapis di IKN

Logo IKN - Image

Logo IKN

JawaPos.com – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyusun pertahanan berlapis di ibu kota baru. Seluruhnya mengandalkan sistem yang canggih dan modern. Langkah itu dipersiapkan seiring rencana Presiden Joko Widodo mulai berkantor di IKN setelah upacara peringatan kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Oktaheroe Ramsi menyampaikan, pertahanan berlapis itu terdiri atas beberapa bagian. Mulai pertahanan luar, utama, dan dalam, lalu virtual maritime gate system, air defense identification zone, integrated air defense, cyber defense, hingga defense diplomacy.

Dari enam aspek tersebut, Oktaheroe menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penahapan perpindahan pasukan ke IKN. ”Dan semuanya sedang berjalan seperti pembangunan Mabes TNI di IKN. Kemudian pembangunan Kementerian Pertahanan di IKN. Juga sudah ada mulai pembangunan-pembangunan Mabes Angkatan di IKN,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, fasilitas penunjang seperti pangkalan untuk akses masuk melalui jalur laut dan pangkalan udara juga bakal disiapkan. Dia memastikan fasilitas-fasilitas itu akan diperkuat dengan pasukan dari matra laut maupun udara. Berikut dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) seperti KRI dan pesawat tempur.

Ketua Koordinator Tim Strategis Pertahanan dan Keamanan Otorita IKN Mayjen TNI Achmad Adipati Karnawidjaja menjelaskan, sudah ada konsep smart defense system untuk menjaga IKN dari berbagai potensi ancaman dan kerawanan. Namun, semua dilakukan secara bertahap. Sebab, perpindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN di Kalimantan Timur juga tidak dilakukan dalam satu, dua, atau tiga tahun. Perkiraannya mencapai 25 tahun atau dibagi atas lima tahapan sampai 2045.

Tahap pertama tentu saja mencakup Istana Presiden dan empat kantor kementerian koordinator. Disusul dengan Sumbu Kebangsaan dan Plaza Kebangsaan sebagai lokasi upacara.

Setelah upacara peringatan HUT Ke-79 RI, lanjut Adipati, Presiden Joko Widodo bakal mulai menggunakan Kantor Presiden di IKN. ”Dan sejak (upacara kemerdekaan) itu menurut rencana Bapak Presiden juga akan berkantor di sana,” katanya. Lalu, diikuti kementerian dan lembaga negara yang mulai berkantor di sana September mendatang.

Karena itu, Adipati menyebut center of gravity Indonesia bakal berpindah ke IKN. Sebab, presiden sudah berkantor di sana. ”Tentunya TNI, Polri, dan unsur-unsur lain yang bertanggung jawab tentang keamanan harus sudah merencanakan bagaimana mengamankan center of gravity yang sudah pindah,” jelasnya.

Adipati memastikan prajurit TNI dan personel Polri untuk pengamanan presiden sudah lebih dulu di sana sebelum pelaksanaan upacara kemerdekaan RI. ”Sebagian dari kami sudah mengatur bagaimana unsur pertahanan dan keamanan akan melindungi presiden yang akan mulai pindah ke sana,” ungkap perwira tinggi bintang dua itu. (syn/c17/fal)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore