Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 November 2023 | 23.49 WIB

Pembangunan IKN Dipastikan Tidak akan Menghilangkan Budaya Lokal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangunan dan revitalisasi dua sekolah di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, pada Rabu (1/11).

JawaPos.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) harus mengedepankan simbol identitas nasional yang menunjukkan jati diri bangsa dan negara. Struktur masyarakat yang heterogen dan saling berbaur antara warga lokal dan pendatang diharapkan menguatkan kebhinekaan Indonesia. 
 
"Mestinya yang didahulukan adalah pembangunan sumber daya manusia, pelestarian kebudayaan, merawat kebudayaan yang ada. Jangan sampai nanti tergerus oleh budaya-budaya dari luar, budaya-budaya asing," ujar Presiden Joko Widodo, Selasa (7/11).
 
Di IKN sendiri telah dimulai pembangunan gedung-gedung pemerintah, hotel berbintang, rumah sakit, sekolah bertaraf internasional, hingga pusat perbelanjaan. Jokowi menilai, pembangunan fisik tersebut mestinya dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia, termasuk pelestarian budaya-budaya yang ada.
 
Oleh sebab itu, Jokowi sangat menghargai digelarnya Festival Harmoni Budaya Nusantara untuk mengingatkan semua pihak bahwa seni dan budaya Indonesia itu sangat beragam. Festival Harmoni Budaya Nusantara di Lapangan Taruna, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara ini menggambarkan bahwa interaksi beragam warga dan akulturasi sosial budaya sebuah keniscayaan. 
 
"Sukunya saja kita memiliki 714, artinya kekuatan karakter budaya itu sangat harus kita lestarikan dan kita rawat," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan bahwa nantinya di IKN akan hidup masyarakat dari beragam etnis dan budaya, baik masyarakat yang sejak dulu tinggal di wilayah IKN maupun yang datang dari daerah lain. Pembangunan IKN juga dinilai akan menjadikan Kalimantan Timur muara bertemunya berbagai budaya.
 
Kepala Negara berharap nantinya masyarakat di IKN bisa berinteraksi dengan baik, hidup rukun, dan harmonis. Masyarakat IKN juga diharapkan dapat menjaga, melestarikan, dan mengembangkan identitas budaya lokal, nilai-nilai, dan tradisi masyarakat di Kalimantan Timur.
 
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan, pembangunan IKN tak boleh menghilangkan identitas dan budaya lokal, tapi harus memperhatikan ekologi, ekonomi, sosial dan budaya serta memahami keragaman dan kondisi sosial masyarakat lokal.
 
Muhadjir menambahkan, Presiden selalu berpesan agar pembangunan IKN tetap mempertahankan ciri khas dari masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara. Melihat pentingnya merawat budaya dan melestarikan bumi nusantara, Kemenko PMK berkolaborasi dengan berbagai Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Kab/Kota se Provinsi Kalimantan Timur menginisiasi Festival Harmoni Budaya Nusantara (FHBN) yang rangkaian kegiatannya telah dimulai sejak Juli 2023.
 
FHBN merupakan rangkaian festival kebudayaan sebagai wujud pengembangan identitas budaya di wilayah IKN dan kawasan penyangganya serta meningkatkan pemahaman keragaman kebudayaan. FHBN diharapkan membangun ekosistem kebudayaan serta mengkolaborasikan kearifan lokal dengan inovasi dalam upaya mengokohkan persatuan bangsa, khususnya di IKN.
 
Di dalam FHBN, pemerintah memberikan apresiasi tinggi dan berterima kasih atas komitmen para seniman, komunitas budaya dan adat Paser, komunitas masyarakat Kutai, persekutuan Dayak Kaltim, budayawan yang telah membantu serta mendukung pembangunan dan pengelolaan IKN sehingga nantinya benar dapat mewujudkan sebuah kota cerdas berkelanjutan. Selanjutnya, sebagai wujud komitmen pelaku dan penggiat budaya serta komunitas akan menyampaikan Piagam Komitmen Pelaku Budaya dan Adat Kaltim dalam mendukung pembangunan IKN kepada Presiden Joko Widodo, sekaligus penandatangan kesepakatan bersama tentang dukungan keberlanjutan FHBN.
 
"Kita berharap, FHBN dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga pemajuan dan pelestarian kebudayaan dapat tercapai, sekaligus wadah bagi pelaku seni dan budaya dalam mengekspresikan keahliannya," kata Muhadjir.
 
Rangkaian FHBN juga diharapkan semakin memperkuat ketahanan budaya bangsa guna membangun revolusi mental, karakter bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, dan bermoral berdasarkan Pancasila.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore