Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Oktober 2023 | 04.48 WIB

Menteri Sandi Tegaskan Pariwisata IKN Dikelola Bersama Masyarakat Adat

Tangkapan layar konferensi pers The Weekly Breif With Sandi Uno yang disiarkan secara daring dari Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Senin (9/10). - Image

Tangkapan layar konferensi pers The Weekly Breif With Sandi Uno yang disiarkan secara daring dari Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Senin (9/10).

JawaPos.com–Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan, pengelolaan sektor pariwisata di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dilakukan dengan melibatkan kelompok masyarakat adat di daerah itu.

Menurut Sandi, pelibatan masyarakat adat memiliki porsi penting. Sebab, pemerintah mencanangkan wisata berbasis lingkungan atau Eco Turism yang berkelanjutan di IKN Nusantara.

”Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai dengan harapan pemberdayaan masyarakat adat jadi perhatian bersama, dalam wisata berkelanjutan itu tidak hanya dapat membawa dampak ekonomi tapi lingkungan sosial juga,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno seperti dilansir dari Antara, Senin (9/10).

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Sandi dalam konferensi pers The Weekly Brief With Sandi Uno yang disiarkan secara daring dari Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Untuk mencapai misi tersebut, dia menyebutkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Badan Otorita IKN dan Pemerintah Kalimantan Timur sedang mengakomodir dan mensinkronisasi peta rencana pariwisata dengan pembangunan tata kota.

”Fokusnya, dalam rencana pembangunan itu, tetap memprioritaskan pada hal wisata alam, seni budaya, kuliner, untuk dijadikan pariwisata unggulan IKN. Kemudian penduduknya diberikan pelatihan keterampilan untuk mengelolanya,” ujar Salahuddin Uno.

Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimudin mengatakan, saat ini sudah ada sebanyak 514 kelompok masyarakat adat yang diberikan pelatihan dan pembinaan dalam upaya mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Dari sejumlah kelompok tersebut di antaranya merupakan masyarakat adat Paser Baleh, Suku Balik di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Dia menyebutkan, masyarakat Paser Baleh hidup di kawasan Gunung Parung yang memiliki keindahan alam, goa yang indah dan berpotensi menjadi pariwisata unggulan.

”Mereka sempat terkena dampak pembangunan pengendali banjir jadi berharap bisa bangkit melalui pariwisata ini,” kata Alimudin.

Alimudin menambahkan, pihaknya berharap melalui pelatihan dan pembinaan yang diberikan masyarakat adat tersebut bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas kepariwisataan, sekaligus berkontribusi menjaga keberlangsungan lingkungannya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore