
SARANA PENYEBERANGAN: Speedboat yang bersandar di Teluk Balikpapan. Warga bisa memilih berbagai moda transportasi. Mulai yang kecil hingga yang masal seperti feri. (BAYU PUTRA/JAWA POS)
Kebutuhan transportasi publik di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sedikit berbeda dengan tetangganya, Kutai Kartanegara. Di PPU ada satu alat transportasi publik yang begitu vital. Yakni, kapal penyeberangan. Baik feri, kelotok, maupun speedboat. Tiga jenis kapal itu dibutuhkan oleh banyak orang yang ingin menyingkat perjalanan.
---
KALIMANTAN Timur memang memiliki satu teluk yang cukup besar, yaitu Teluk Balikpapan. Bagian ujungnya mempunyai lebar 5 km. Teluk itu masuk ke dalam kurang lebih sejauh 35 km. Wilayah inti ibu kota negara (IKN) Indonesia yang baru tidak jauh dari bagian terdalam Teluk Balikpapan.
Pengguna jalan dari pusat kota Balikpapan ke ibu kota Kabupaten PPU punya dua alternatif jalur. Pertama, memutari teluk lewat Kecamatan Sepaku sejauh 150–160 km dengan waktu tempuh lima jam. Alternatif kedua, menyeberangi Teluk Balikpapan dengan kapal penyeberangan. Satu jam menyeberang dengan feri dan kelotok, atau yang tercepat menggunakan speedboat berkapasitas enam penumpang. Tidak sampai 15 menit.
Maka, pelabuhan feri di Kariangau, Balikpapan, tak pernah sepi kendaraan. Sepeda motor hingga truk tangki Pertamina memilih moda transportasi feri. Begitu pula Pelabuhan Semayang untuk kapal kelotok dan speedboat. Kapal-kapal itu mengantar penumpang dan kendaraan menuju Pelabuhan Ferry Penajam. Di pelabuhan itu tersedia ojek pangkalan dan angkot jarak pendek yang jumlahnya belum banyak.
Sarana penyeberangan teluk tersebut memudahkan mobilitas kedua daerah. Tak sedikit warga Balikpapan yang bekerja di PPU. Berangkat pagi dan pulang sore dengan kapal penyeberangan. Atau sebaliknya, warga PPU yang ingin sekadar berbelanja di pusat perbelanjaan di Balikpapan, berangkat sore dan pulang malam. Sudah seperti mobilitas warga Jabodetabek yang menggunakan KRL.
Sekda Kabupaten PPU Tohar menjelaskan, sarana transportasi publik dalam kota di PPU memang terbatas. ’’Yang ada itu L300 dari Penajam sampai Grogot,’’ terangnya. Ada pula angkot atau mikrolet yang sering disebut taksi. Kondisi geografis PPU yang memanjang dari utara juga membuat pilihan transportasi belum variatif.
Tohar mengakui, banyak pegawai yang tinggal di Balikpapan. ’’Insentif itulah yang cenderung diburu orang,’’ lanjutnya. Balikpapan sudah menjadi kota yang cukup besar dengan fasilitas yang lebih lengkap ketimbang PPU. Jadi, wajar jika banyak warga yang saat ini memilih tinggal di Balikpapan.
Ke depan, mobilitas masyarakat diprediksi semakin mudah. Akan ada dua jembatan yang melintasi Teluk Balikpapan. Pertama, Jembatan Pulau Balang yang dibangun Kementerian PUPR dan jembatan tol Balikpapan–Penajam yang dibangun konsorsium.
Dalam keterangan persnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebutkan bahwa pembangunan Jembatan Pulau Balang II ditargetkan selesai akhir tahun ini. Akhir 2019, progresnya sudah 71 persen. Jembatan itu bakal memiliki panjang 971 meter.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
