
Proses pemeriksaan identitas dan suhu tubuh di Pelabuhan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Antara
JawaPos.com–Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang menjadi calon ibu kota negara, terus kebanjiran pendatang. Pada 2022, jumlah penduduknya diproyeksi mengalami peningkatan drastis mencapai 200.000 jiwa atau bertambah 26.329 jiwa ketimbang saat ini tercatat 173.671 jiwa.
”Sejak Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan sebagai calon ibu kota negara (IKN) baru, daerah ini seolah menjadi magnet. Sehingga, banyak pendatang dari berbagai daerah yang masuk ke sini,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten PPU Suyanto seperti dilansir dari Antara di Penajam pada Senin (1/6).
Dia menyatakan, arus urbanisasi tidak terbendung sejak Kabupaten PPU ditetapkan sebagai calon IKN. Bahkan arus urbanisasi tersebut tetap berlanjut meski di tengah pandemi Covid-19. ”Termasuk sebelum Lebaran hingga kini,” ujar Suyanto.
Menurut dia, rata-rata jumlah penduduk baru yang datang mengurus surat pindah masuk ke Kabupaten PPU sekitar 50 orang per hari. Namun jumlah itu meningkat sejak Ramadan hingga pasca Lebaran. Untuk itu, dalam upaya memantau arus urbanisasi, dia telah berkoordinasi dengan camat, lurah, dan kepala desa sebagai langkah penertiban. Sebab, disadari warga yang datang ke PPU tidak bisa dibendung.
”Mereka yang tiba tersebut bahkan membawa surat pindah dari daerah asal. Sehingga, harus melayani mereka yang mengurus adiministrasi ke Disdukcapil Kabupaten PPU. Kebanyakan mereka yang datang berasal dari Sulawesi dan Jawa,” terang Suyanto.
Suyanto mengatakan, pihaknya juga sudah mempersiapkan blanko kartu tanda penduduk (KTP) elektronik menghadapi lonjakan arus urbanisasi tersebut. Untuk memperolehnya tidak langsung jadi. sementara waktu diperlukan surat keterangan (suket).
Dia memperkirakan, jumlah penduduk pendatang setelah Lebaran sudah mencapai 500 orang. Lebih banyak ketimbang awal Januari 2020 yang sekitar 300 orang.
Sementara itu, salah seorang pendatang dari Jawa Timur yang tidak mau disebutkan namanya, saat dikonfirmasi mengatakan, sudah sekitar sebulan di Penajam. Dia mengaku diajak teman mengerjakan ruko yang kini hampir selesai. Di tempat tinggalnya di Jawa, dia sering membantu orang tuanya bertani. Untuk itu, dia yang sudah mengantongi surat keterangan sebagai warga Penajam tersebut berkeinginan menjadi petani di PPU.
Sementara itu, Komandan Posko Pemeriksaan Covid-19 di Pelabuhan Penajam Peltu Nuhil Huda mengatakan, sedikitnya ada 700 pendatang yang masuk ke PPU sejak dua hari sebelum hingga dua hari sesudah Lebaran. ”Pendatang masuk ke Kabupaten PPU melalui Balikpapan makin meningkat. Biasanya hanya sekitar 50 sampai 100 orang per hari. Sekarang dalam satu hari lebih dari 150 pendatang,” kata Nuhil Huda.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=JGLAdBfhFB4
https://www.youtube.com/watch?v=38_uIvhYvWI
https://www.youtube.com/watch?v=FsTSOwLrVx8

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
