Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Juni 2026 | 23.19 WIB

Timothy Astandu Jelajahi 197 Negara untuk Melakukan Penelitian

Momen saat Timothy Astandu bersama tentara Somalia. (istimewa) - Image

Momen saat Timothy Astandu bersama tentara Somalia. (istimewa)

JawaPos.com - Timothy Astandu berhasil melakukan penjelajahan yang sangat menantang menjelajahi 197 negara dan wilayah di dunia.

Meski demikian, sebagai seorang peneliti, ia memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan studi tentang perilaku manusia. Tak hanya itu, Timothy juga mengaplikasikan berbagai temuannya untuk mengembangkan Populix, perusahaan konsultasi dan penelitian berbasis riset.

Dari 197 negara yang telah dia kunjungi, 193 adalah negara anggota resmi PBB, 2 negara pengamat PBB (Vatikan dan Palestina), dan 2 lainnya adalah wilayah dengan pengakuan terbatas yang kerap menjadi titik sensitif dalam peta geopolitik global yaitu Taiwan dan Kosovo.

Apa yang dilakukan Dr. Timothy Astandu kabarnya ini diakui oleh tiga organisasi perjalanan internasional paling bergengsi di dunia, yaitu Travelers' Century Club (TCC), NomadMania, dan Most Traveled People (MTP), yang masing-masing menggunakan standar verifikasi ketat.

Menurut Timothy, setiap percakapan dengan penduduk lokal merupakan data yang menarik. Setiap pasar yang dimasuki menjadi arena observasi lapangan. Setiap kebiasaan konsumsi, dari negara yang sedang konflik sampai negara terkaya di dunia, dapat disimpulkan menjadi insight yang tidak bisa diperoleh dari mana pun, selain hadir secara langsung.

Timothy juga menekankan bahwa terkadang yang kita lihat dan persepsikan dari luar tidak selalu sama dengan kenyataan di lapangan. Misalnya, masyarakat Irak yang menjadi korban konflik geopolitik selama bertahun-tahun, nyatanya mereka masih mempertahankan budaya keramah-tamahan yang luar biasa mengesankan.

"Hal ini berbeda jauh dengan asumsi saya. Orang Irak benar-benar ramah. Memperlakukan semua orang layaknya tamu mereka sendiri. Bahkan, di beberapa kesempatan mereka mengajak saya makan di rumahnya," ceritanya.

Timothy juga mengatakan bahwa negara-negara Afrika yang tengah berkonflik sering kali mengejutkan para pelancong. Somalia dan Yaman, dua nama yang kerap muncul dalam berita perang, ternyata punya mal dan taman hiburan dengan roller coaster yang berdiri utuh dan masih beroperasi. Bahkan, masih ada orang yang duduk santai di pantai pada malam hari.

"Bagi seorang peneliti, ini bukan anekdot. Ini adalah pelajaran metodologi yang paling mendasar. Jangan percaya pada asumsi sebelum melakukan verifikasi lapangan," ungkapnya.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore