
Lukisan Santa Agnes dari Roma (Dok. Aciafrica.org)
JawaPos.com - Gereja Katolik memiliki banyak sekali tokoh-tokoh bersejarah yang kemudian dikenang sebagai orang-orang suci, bahkan mendapatkan gelar santo atau santa. Setiap orang suci ini juga memiliki hari atau tanggal tertentu dimana mereka akan dirayakan.
Karena sejarah persekusi terhadap orang-orang Kristen pada zaman dahulu, kebanyakan orang-orang suci ini adalah martir. Salah satunya adalah Agnes dari Roma.
Kehidupan yang Sangat Singkat
Dilansir dari Saint Agnes, Agnes lahir pada tahun 291 Masehi dan dibesarkan oleh keluarga Kristen yang kaya. Beberapa sumber lainnya mengatakan bahwa Agnes juga berdarah biru.
Karena status dan kecantikannya, Agnes menjadi incaran para laki-laki berpangkat tinggi pula. Akan tetapi, Agnes telah bersumpah untuk menjaga kesuciannya. Sehingga, setiap kali ada laki-laki melamarnya.
Perlu ditekankan bahwa para laki-laki ini melamar Agnes saat ia hanya berusia 12-13 tahun saja.
Menurut legendanya, Procop, salah satu laki-laki yang ditolak oleh Agnes yang juga anak dari gubernur setempat, menuduh Agnes sebagai seorang Kristen. Pada saat itu, persekusi terhadap umat Kristen masih dilakukan.
Sang gubernur, ayah Procop, menjanjikan hadiah yang melimpah kepada Agnes, asal ia meninggalkan agamanya.
Persekusi dan Kematian
Dilansir dari Catholic, Agnes menolak tawaran itu dan ditahan. Tapi Agnes terus tersenyum dengan bahagia ketika semua itu terjadi.
Agnes kemudian ditelanjangi dan dikirim ke rumah bordil. Akan tetapi, di sana Agnes dilindungi oleh para malaikat dimana mereka membutakan para laki-laki hidung belang. Pada akhirnya ia dihukum mati.
Dikatakan, bahkan orang-orang non-kristen menangis melihat kematian Agnes yang sangat muda dan cantik. Mereka memohon agar Agnes menyelamatkan dirinya, namun Agnes menolak.
Dikisahkan pula bahwa ketika Agnes diikat ke kayu pasak untuk dibakar, kayu-kayu tersebut tidak kunjung terbakar. Bahkan lidah-lidah api menjauh dari Agnes.
Pada akhirnya, seorang prajurit menebas pedangnya dan memenggal kepala Agnes. Dipercaya darah yang bercucuran dari tubuh Agnes ditampung dengan kain oleh para umat Kristen.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
