
Sepotong dari lukisan The beheading of Saint Dymphna oleh Godfried Maes. (catholicworldreport.com)
JawaPos.com - Bulan Mei adalah bulan di mana kita merayakan kesadaran kesehatan mental sejak tahun 1949. Di bulan ini, kita mendapatkan kesempatan untuk lebih mengerti mengenai pentingnya kesehatan mental dan cara untuk menghancurkan stigma mengenai kesehatan mental.
Gereja katolik pun mengerti betapa pentingnya kesehatan mental bagi para manusia di bumi. Bahkan ada santa pelindung para penderita penyakit mental, yaitu Santa Dymphna.
Asal-usul Dymphna tidak benar-benar diketahui karena kisahnya disebarkan dari mulut ke mulut.
Dymphna ciperkirakan lahir pada abad ke-7 di Irlandia, dan dokumentasi pertama tentangnya baru tertulis pada abad ke-13 oleh Santo Aubert di Cambria, Prancis.
Kisah hidup
Dilansir dari Ensiklopedia Britannica, Dymphna adalah anak dari Damon, raja beragama Pagan dan ibu beragama Kristen.
Dymphna dikenal sangat taat kepada ajaran gereja. Pada umur 14 tahun melakukan sumpah suci, di mana ia akan menjaga kesuciannya.
Tak lama kemudian ibunya meninggal, dan ayahnya yang sangat mencintai istrinya ini merasa sakit hati karena kehilangan. Sakit hatinya ini membuat Damon kehilangan akal.
Dilansir dari Catholic.org, para penasihat Damon menyarankan kepadanya untuk menikah lagi. Damon setuju untuk menikah lagi, namun hanya dengan perempuan yang sama cantiknya seperti almarhum istrinya.
Walaupun Damon dan para penasihatnya telah mengirimkan kabar ke sepenjuru negeri bahwa ia mencari perempuan cantik yang bersedia untuk menikahinya, tentunya hal tersebut tidaklah mudah untuk dikabulkan.
Kebejatan sang ayah
Kebingungan dengan bagaimana cara untuk menghibur Damon, para penasehatnya malah menyarankan agar Damon menikahi Dymphna, anaknya sendiri.
Dymphna dikabarkan sangat mirip dengan mendiang ibunya. Sehingga ia pun sama cantiknya dengan ibunya.
Damon pun setuju dengan saran tersebut dan melamar anaknya sendiri, bahkan memaksanya untuk menikah.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
