
Ilustrasi belajar sejarah. (Freepik)
JawaPos.com - Di tengah dunia yang bergerak cepat, dengan teknologi canggih dan informasi berlimpah, banyak orang bertanya: "Apa gunanya belajar sejarah?" Bukankah yang penting adalah masa kini dan masa depan?
Pertanyaan ini terdengar sederhana, tapi sesungguhnya mencerminkan pemikiran yang dalam. Sejarah bukan sekadar deretan nama tokoh, tanggal peristiwa, atau perang-perang masa lampau.
Sejarah adalah kumpulan pengalaman manusia, tentang bagaimana masyarakat pernah gagal dan berhasil, tentang krisis dan kebangkitan, tentang kesalahan yang diperbaiki dan nilai yang diwariskan.
Belajar sejarah bukan tentang nostalgia, tetapi tentang memahami akar dari berbagai hal yang membentuk dunia saat ini.
Victor Davis Hanson, seorang sejarawan Amerika, dalam kanal YouTube PragerU, menjelaskan bahwa mempelajari sejarah adalah kebutuhan, bukan sekadar pilihan.
Karena melalui sejarah, manusia bisa belajar dari pengalaman terdahulu untuk membuat keputusan yang lebih bijak, lebih sadar, dan lebih bijaksana di masa kini.
Dilansir dari YouTube PragerU, berikut adalah beberapa alasan mengapa seseorang perlu belajar sejarah:
1. Sejarah Memberi Pemahaman tentang Dunia
Sekitar 2.500 tahun lalu, Thucydides, sejarawan Perang Peloponnesos, menulis karyanya bukan untuk dikenang sesaat, tapi agar dipelajari sepanjang masa. Harapannya, generasi setelahnya bisa memahami konteks zamannya dan belajar dari kesalahan yang telah terjadi.
2. Menghindari Kesalahan yang Sama
George Santayana pernah berkata, "Mereka yang tidak dapat belajar dari sejarah ditakdirkan untuk mengulanginya."
Sejarah memang tidak selalu terulang dengan cara yang sama, tapi pola dan akibatnya bisa serupa.
Ketika dunia mengabaikan ancaman, seperti saat Philip II dari Makedonia dibiarkan tumbuh kuat, atau saat Adolf Hitler diremehkan di tahun 1930-an, hasilnya adalah konflik besar. Sejarah memperingatkan, bukan meramalkan.
3. Menjadi Lebih Bijaksana dalam Menghadapi Masa Kini
Sejarah adalah panduan, bukan bola kristal. Ia membantu melihat berbagai kemungkinan, bukan memberi jawaban pasti.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
