Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 16.01 WIB

Saat Semua Semakin Bergerak Maju, Mengapa Belajar Sejarah Itu Perlu?

Ilustrasi belajar sejarah. (Freepik) - Image

Ilustrasi belajar sejarah. (Freepik)

JawaPos.com - Di tengah dunia yang bergerak cepat, dengan teknologi canggih dan informasi berlimpah, banyak orang bertanya: "Apa gunanya belajar sejarah?" Bukankah yang penting adalah masa kini dan masa depan?

Pertanyaan ini terdengar sederhana, tapi sesungguhnya mencerminkan pemikiran yang dalam. Sejarah bukan sekadar deretan nama tokoh, tanggal peristiwa, atau perang-perang masa lampau.

Sejarah adalah kumpulan pengalaman manusia, tentang bagaimana masyarakat pernah gagal dan berhasil, tentang krisis dan kebangkitan, tentang kesalahan yang diperbaiki dan nilai yang diwariskan.

Belajar sejarah bukan tentang nostalgia, tetapi tentang memahami akar dari berbagai hal yang membentuk dunia saat ini.

Victor Davis Hanson, seorang sejarawan Amerika, dalam kanal YouTube PragerU, menjelaskan bahwa mempelajari sejarah adalah kebutuhan, bukan sekadar pilihan.

Karena melalui sejarah, manusia bisa belajar dari pengalaman terdahulu untuk membuat keputusan yang lebih bijak, lebih sadar, dan lebih bijaksana di masa kini.

Dilansir dari YouTube PragerU, berikut adalah beberapa alasan mengapa seseorang perlu belajar sejarah:

1. Sejarah Memberi Pemahaman tentang Dunia

Sekitar 2.500 tahun lalu, Thucydides, sejarawan Perang Peloponnesos, menulis karyanya bukan untuk dikenang sesaat, tapi agar dipelajari sepanjang masa. Harapannya, generasi setelahnya bisa memahami konteks zamannya dan belajar dari kesalahan yang telah terjadi.

2. Menghindari Kesalahan yang Sama

George Santayana pernah berkata, "Mereka yang tidak dapat belajar dari sejarah ditakdirkan untuk mengulanginya."

Sejarah memang tidak selalu terulang dengan cara yang sama, tapi pola dan akibatnya bisa serupa.

Ketika dunia mengabaikan ancaman, seperti saat Philip II dari Makedonia dibiarkan tumbuh kuat, atau saat Adolf Hitler diremehkan di tahun 1930-an, hasilnya adalah konflik besar. Sejarah memperingatkan, bukan meramalkan.

3. Menjadi Lebih Bijaksana dalam Menghadapi Masa Kini

Sejarah adalah panduan, bukan bola kristal. Ia membantu melihat berbagai kemungkinan, bukan memberi jawaban pasti.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore