
Ilustrasi salah satu objek wisata sejarah di Kota Semarang. (Oyo)
JawaPos.com–Ada banyak cara menikmati Semarang. Sebagian orang datang untuk menyusuri jejak sejarahnya, sebagian lagi berburu kuliner legendaris, dan tak sedikit yang sekadar ingin merasakan atmosfer kota pesisir yang punya karakter kuat, percampuran Jawa, Tionghoa, hingga pengaruh kolonial.
Di pagi hari, kawasan Kota Lama Semarang sering jadi titik awal perjalanan. Deretan bangunan tua dengan pintu besar dan jendela tinggi berdiri seperti potongan masa lalu yang masih hidup. Berjalan kaki di sini bukan sekadar wisata, tapi seperti membuka halaman-halaman sejarah yang masih bisa disentuh.
Tak jauh dari sana, ada Lawang Sewu yang megah dan penuh cerita, hingga Sam Poo Kong yang menjadi simbol kuat jejak budaya Tionghoa di kota ini.
Baca Juga:Top 3 Hotel Berbintang di Cirebon untuk Liburan Lebaran: Nyaman, Strategis, dan Fasilitas Lengkap
Semarang memang unik. Tidak memilih satu identitas, tapi justru merayakan percampuran. Dari arsitektur, tradisi, sampai kehidupan sehari-hari, semuanya terasa seperti hasil dialog panjang lintas budaya. Dan pengalaman itu belum lengkap tanpa mencicipi kulinernya.
Kalau bicara Semarang, sulit melewatkan Lumpia Semarang, perpaduan rasa Tionghoa dan Jawa dalam satu gigitan. Ada juga Tahu Gimbal dengan bumbu kacang khasnya, hingga Bandeng Presto yang jadi oleh-oleh favorit.
Menariknya, seperti kota ini sendiri, kulinernya juga lahir dari pertemuan budaya. Rasa manis, gurih, dan rempah berpadu tanpa terasa dipaksakan.
Di titik inilah banyak traveler mulai sadar, Semarang bukan sekadar destinasi singgah, tapi kota yang layak dinikmati pelan-pelan.
Seiring berkembangnya tren wisata, cara orang memilih hotel juga ikut berubah. Bukan lagi sekadar lokasi strategis atau fasilitas lengkap, tapi juga soal pengalaman.
Banyak wisatawan kini mencari akomodasi yang bisa menyatu dengan karakter kota yang mereka kunjungi, tempat yang tidak terasa generik, tapi punya cerita.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022