Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Mei 2025 | 16.37 WIB

Sakral dan Khidmat, Ini Ragam Tradisi Pemeluk Agama Buddha yang Merayakan Waisak di Indonesia

Ilusttrasi: Warga membawa gunungan janur saat tradisi Larung Pelita Purnama Sidhi di Sungai Progo, Wanurejo, Magelang, bagian rangkaian perayaan Tri Suci Waisak. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww) - Image

Ilusttrasi: Warga membawa gunungan janur saat tradisi Larung Pelita Purnama Sidhi di Sungai Progo, Wanurejo, Magelang, bagian rangkaian perayaan Tri Suci Waisak. (ANTARA FOTO/Anis Efizudin/aww)

JawaPos.com - Hari ini, Senin (12/5), diperingati sebagai Hari Raya Waisak oleh pemeluk agama Buddha di Indonesia dan dunia. “Pencapaian Penerangan Sempurna” merupakan salah satu peristiwa yang diperingati pada hari Waisak. 

Hari raya Waisak ini sekaligus menjadi momentum untuk memperingati tiga peristiwa penting sang Buddha Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan (Satori), dan Parinirvana (wafat).

Di Indonesia, seperti halnya hari-hari keagamaan lainnya, Waisak memiliki tradisi perayaannya tersendiri. Hal tersebut jelas menambah khasanah budaya dan keberagaman agama di Indonesia.

Perayaan ini tidak hanya sebatas seremoni, tetapi juga menjadi waktu reflektif untuk memperdalam pemahaman dan komitmen terhadap ajaran kebenaran yang dibawa oleh Sang Buddha.

Beragam kegiatan digelar sebagai bentuk penghayatan spiritual, seperti meditasi, puja bhakti, hingga prosesi pelepasan lampion yang sarat makna.

Melansir dari Antara, berikut tradisi-tradisi yang biasa dilakukan pemeluk agama Buddha di Indonesia dalam merayakan Hari Raya Waisak

Pindapatta

Pindapatta adalah tradisi umat Buddha yang dilakukan dengan memberikan sedekah makanan kepada para biksu. Tradisi ini mencerminkan semangat berbagi dan menjadi bagian dari kebiasaan mulia menyambut Hari Waisak, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan hidup para biksu.

Secara etimologis, "Pindapatta" berasal dari bahasa Pali yang berarti “mengumpulkan makanan” atau “memohon makanan”. Tradisi ini juga mengajarkan kesederhanaan, rasa empati, dan perenungan, mencerminkan cara hidup para biksu yang penuh kebijaksanaan.

Kirab Waisak

Kirab Waisak merupakan prosesi penting dalam rangkaian perayaan Waisak yang sarat akan nilai spiritual. Kirab ini menjadi simbol perjalanan batin dan kontemplasi, yang sekaligus mengenang tiga peristiwa suci dalam kehidupan Sang Buddha: kelahiran, pencerahan, dan wafatnya.

Kirab biasanya dimulai dari Candi Mendut dan berakhir di Candi Borobudur, diikuti oleh para bhikkhu, bhante, serta umat Buddha dari berbagai wilayah. Prosesi ini menjadi bentuk penghormatan dan perenungan mendalam.

Pengambilan Api Dharma dan Air Berkah

Salah satu tradisiWaisak  yang khas di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah, adalah pengambilan Api Dharma dari Grobogan dan Air Berkah dari Umbul Jumprit.

Tradisi ini merupakan bagian dari ritual suci yang dilakukan menjelang Hari Waisak. Api dan air tersebut kemudian dibawa ke Altar di Candi Mendut untuk disemayamkan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore