
Ilustrasi kalung rosario. (Freepik)
JawaPos.com - Di Bulan Maria, umat Katolik sedunia akan melakukan devosi kepada Bunda Maria. Devosi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, salah satu cara yang paling umum adalah melakukan doa rosario.
Dilansir dari Dynamic Catholic, rosario sendiri memiliki sejarah panjang dalam tradisi doa umat Kristen. Praktik menghitung doa menggunakan alat bantu seperti batu atau tali sudah ada sejak abad ke-3. Kala itu, para pertapa Katolik di Mesir, yang dikenal sebagai Bapa Gurun, menggunakan alat tersebut untuk menghitung doa sebanyak 150 Mazmur.
Seiring waktu, muncul pula bentuk doa berulang lainnya seperti "Doa Yesus" yang dilafalkan berulang kali layaknya mantra sambil menghitung butiran tasbih.
Selain itu, ada juga praktik mendaraskan doa Bapa Kami sebanyak 150 kali dengan bantuan manik-manik sebagai penanda.
Barulah sekitar seribu tahun kemudian, bentuk doa rosario yang kita kenal saat ini, yang berfokus pada doa Salam Maria, mulai berkembang dan digunakan secara luas sebagai sarana devosi kepada Bunda Maria.
Versi tertua doa rosario Salam Maria adalah yang menggunakan pesan Malaikat Gabriel kepada Maria (Lukas 1:28): "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Sekitar tahun 1050 setelah masehi, ucapan Elisabeth saat menyambut Maria ditambahkan (Lukas 1:42): "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu."
Santo Petrus Kanisius kemudian mempublikasikan doa Salam Maria pada Katekismus 1555 menambahkan kalimat: "Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini."'
Kisah Santo Dominikus
Tradisi doa rosario juga erat kaitannya dengan kisah Santo Dominikus. Diyakini bahwa pada tahun 1214, Santo Dominikus mendapat sebuah penglihatan dari Bunda Maria. Dalam penglihatan tersebut, Bunda Maria memberikan rosario kepadanya dan meminta agar setiap butir manik rosario didoakan sebagai bentuk penghormatan dan permohonan doa kepadanya.
Santo Dominikus sendiri dikenal sebagai pribadi yang sangat setia dalam devosinya kepada Maria. Ia pun membawa rosario ke mana pun ia pergi untuk berkhotbah, sekaligus memperkenalkan dan menyebarkan devosi ini kepada umat.
Tak hanya itu, ia juga mendorong umat Katolik untuk berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil dan mendaraskan doa rosario bersama. Kebiasaan inilah yang kemudian berkembang menjadi bentuk awal dari doa rosario bersama yang masih dipraktikkan hingga saat ini.
Berdoa Rosario
Dilansir dari Iman Katolik, tata cara berdoa Rosario dapat ditemukan pada buku Puji Syukur No. 213. Doa ini merupakan doa renungan atas misteri keselamatan atau kisah Yesus.
Berikut tata cara doa rosario:

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
