
Ilustrasi puasa mutih. (pressfoto/Freepik)
JawaPos.com - Puasa mutih adalah salah satu bentuk tirakat yang kerap dilakukan oleh para pelaku spiritual Jawa untuk membersihkan diri, menenangkan batin, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Namun, di balik kesederhanaannya, puasa ini memiliki aturan khusus yang tidak boleh dilakukan sembarangan.
Agar manfaatnya benar-benar terasa dan tidak keluar dari jalur spiritual yang benar, penting bagi kita untuk mengetahui syarat wajib serta tata cara menjalani puasa mutih dengan baik dan benar.
Menurut penjelasan dari salah satu video di kanal Youtube Panggilan Leluhur, berikut adalah syarat dan tata cara yang perlu diperhatikan jika Anda ingin melaksanakan puasa mutih:
1. Mandi Penyucian Sebelum Memulai Puasa
Seseorang yang hendak memulai puasa mutih dianjurkan untuk mandi terlebih dahulu, biasanya dilakukan pada sore hari sebelum malam puasa dimulai. Mandi ini bukan sekadar membersihkan badan, tetapi simbol pembersihan lahir sebagai persiapan menyucikan batin. Disarankan juga menggunakan minyak wangi khusus seperti minyak misik atau wewangian spiritual lainnya.
2. Membaca Niat dengan Sungguh-Sungguh
Membaca niat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Niat puasa mutih bisa dibaca setelah salat Magrib, setelah sahur, atau sebelum subuh. Ada dua versi niat yakni versi pendek, "Niat ingsun poso mutih karena Allah Ta’ala", atau versi panjang, "Niat ingsun poso mutih supaya putih lahir lan batinku, putih koy banyu suci, kabul opo kang dadi kajatku, karena Allah Ta’ala". Yang penting, niat dibaca dengan khusyuk dan sepenuh hati.
3. Patuhi Aturan Makan dan Minum
Aturan makan dan minum saat puasa mutih termasuk ketat. Saat sahur dan berbuka, hanya boleh mengonsumsi nasi putih polos dan air putih. Tanpa garam, tanpa lauk, tanpa minyak, dan tanpa rasa. Minuman selain air putih seperti teh, kopi, atau susu dilarang. Ini bukan soal pantangan, tapi latihan menaklukkan hawa nafsu dan mendisiplinkan diri.
4. Aturan soal Durasi Puasa
Durasi puasa mutih biasanya disesuaikan dengan arahan guru spiritual. Tidak semua orang cocok dengan durasi puasa mutih yang panjang. Maka dari itu, sebaiknya konsultasi dulu dengan guru spiritual sebelum memulai.
Beberapa pilihan durasi umum adalah 1 hari, 3 hari, 7 hari, 21 hari, hingga 40 hari, semua tergantung pada tujuan dan kesiapan masing-masing individu. Melakukannya tanpa arahan bisa berisiko bagi kesehatan dan kondisi batin seseorang.
5. Batasi Interaksi Duniawi
Selama puasa, sebaiknya menjauh dari keramaian, mengurangi aktivitas media sosial, dan memperbanyak waktu untuk ibadah, zikir, meditasi, serta menyendiri. Tujuannya untuk menjaga energi dan menciptakan ruang batin yang tenang agar koneksi spiritual semakin kuat.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
