Ilustrasi orang melakukan puasa mutih. (pressfoto/Freepik)
JawaPos.com - Apakah Anda familiar dengan istilah Puasa Mutih? Dalam budaya Jawa, puasa mutih ini adalah sebuah lelaku spiritual yang memiliki makna dan manfaat yang luar biasa. Puasa mutih bukan sekadar soal menahan lapar atau makan nasi putih tanpa lauk. Lebih dari itu, puasa mutih adalah laku spiritual warisan leluhur Nusantara yang sarat makna.
Puasa ini biasanya dijalankan oleh mereka yang sedang menjalani tirakat, memperdalam hubungan dengan Tuhan, atau mengejar hajat besar dalam hidup. Sayangnya, belum banyak orang yang benar-benar memahami manfaat mendalam dari puasa mutih ini.
Menurut penjelasan pada salah satu video di kanal Youtube Panggilan Leluhur, puasa mutih memiliki aturan yang sangat sederhana yakni hanya boleh makan nasi putih dan minum air putih, tanpa tambahan rasa, garam, minyak, atau lauk apapun.
Sederhana, tapi di balik kesederhanaan ini tersimpan filosofi dan manfaat luar biasa. Kata “mutih” sendiri berasal dari kata “putih” yang dalam konteks ini berarti proses membersihkan, baik secara lahir maupun batin.
Lalu, apa saja manfaat puasa mutih yang jarang diketahui orang?
Pertama, penyucian jiwa dan raga. Dengan hanya mengonsumsi makanan tanpa rasa, seseorang belajar menahan hawa nafsu dan mengendalikan keinginan. Ini melatih kedisiplinan dan keteguhan hati dalam memilih hidup yang lebih sederhana dan fokus pada nilai-nilai spiritual.
Kedua, meningkatkan kekuatan spiritual. Puasa mutih sering dilakukan sebagai bagian dari tirakat untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Dalam tradisi kejawen, puasa ini diyakini membuka pintu-pintu batin dan membantu seseorang mendapatkan petunjuk atau kekuatan rohani tertentu.
Ketiga, menajamkan intuisi dan kejernihan hati. Saat tubuh dan pikiran terbebas dari beban makanan berat dan hiruk-pikuk dunia luar, maka hati pun lebih mudah untuk menangkap getaran-getaran spiritual. Orang yang rutin puasa mutih biasanya lebih peka, lebih tenang, dan lebih mampu melihat arah hidupnya dengan jernih.
Keempat, meningkatkan energi spiritual untuk mencapai hajat/ tujuan tertentu. Banyak yang menjalani puasa mutih saat memiliki keinginan besar atau sedang mengejar tujuan penting dalam hidup. Karena itu, puasa ini sering dipadukan dengan amalan zikir, salat malam, dan meditasi untuk memperkuat energi batin.
Kelima, menguatkan fisik dan mental. Walau terdengar berat, ternyata puasa mutih bisa membantu tubuh menjadi lebih ringan dan pikiran lebih tenang. Orang yang sudah terbiasa melakukan puasa ini akan punya kemampuan menahan godaan dan lebih tahan banting dalam menghadapi kesulitan hidup.
Sekali lagi, puasa mutih bukan sekadar puasa tanpa lauk. Ini adalah proses penyucian diri, pelatihan mental, dan pendalaman spiritual yang telah dilakukan sejak zaman nenek moyang kita.
Jika dijalani dengan niat yang benar dan bimbingan dari guru spiritual, puasa ini bisa menjadi jembatan untuk menemukan kedamaian sejati dan membuka jalan menuju hajat besar yang diidamkan. (*)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
