Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 04.21 WIB

Mengenal Hari Ostara: Hari untuk Menyambut Musim Semi dan Kelahiran Kembali oleh Komunitas Pagan

Ilustrasi lukisan telur untuk merayakan Hari Ostara (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Beberapa hari raya memiliki sejarah yang unik dan rumit karena tidak banyak bukti dokumentasinya. Serta orang-orang yang merayakannya juga makin menurun. 

Dilansir dari Thorn and Claw, Ostara adalah hari raya pagan untuk merayakan ekuinoks musim semi, atau pergantian dari musim dingin ke musim semi. Pada tahun 2025 ini dirayakan pada tanggal 20 Maret 2025 lalu. 

Hari Ostara merupakan hari yang sakral untuk beberapa komunitas, dimana mereka merayakan kelahiran baru, kesuburan, dan kebangkitan. 

Perayaan ini diperkirakan berasal dari tradisi orang-orang Germanik dan Celtic. Karena perayaan ini mendapatkan namanya dari Dewi Eostre, dari mitologi Germanik. 

Dewi Eostre memiliki nama yang dapat mengingatkan pengikutnya akan fajar dan cahaya musim semi.

Pada dasarnya, hari Ostara menyimbolkan kemenangan cahaya akan kegelapan dan kelahiran kembali dunia. 

Di hari ini, kita akan sering bertemu dengan hiasan telur-telur, kelinci dan bunga. Cukup familiar, bukan? 

Hubungannya dengan Paskah 

Ostara seringkali dikira sebagai asal-usul hari raya Paskah yang biasa dirayakan oleh umat Kristen. 

Dilansir dari The Busy Pagan, hari Paskah dan Ostara adalah dua hari raya yang berbeda. 

Hari Paskah adalah hari raya umat Kristen yang biasanya jatuh pada hari bulan purnama pertama setelah ekuinoks musim semi. 

Ostara sudah lama dirayakan jauh sebelum agama Kristen tersebar ke Benua Eropa. Karena itu, tidak banyak dokumentasi mengenai sejarahnya. Diperkirakan perayaan ini telah dipraktekkan sejak lebih dari 60.000 tahun yang lalu. 

Namun, begitu agama Kristen mulai tersebar, orang-orang mulai mengenal Hari Paskah yang merayakan kebangkitan Yesus Kristus. 

Para pendeta Kristen memutuskan untuk mengadaptasikan Hari Paskah dengan menambahkan hal-hal yang dianggap familiar kepada penduduk sekitarnya. Yaitu telur dan kelinci, yang juga menyimbolkan kesuburan dan awal baru. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore