
Perayaan Galungan oleh Umat Hindu di Bali . (ignartonosbg / Pixabay)
JawaPos.com - Tidak lama lagi, umat Hindu di Bali akan kembali merayakan Hari Raya Galungan.
Tepatnya pada Rabu, 25 September 2024 mendatang, umat Hindu di Bali akan kembali merayakan Hari Raya Galungan.
Diketahui, umat Hindu di Bali merayakan Galungan setiap 210 hari sekali pada perhitungan penanggalan Pawukon dengan puncaknya pada hari Rabu Kliwon.
Kata Galungan berasal dari berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu Galung yang memiliki arti ‘menang atau bertarung’.
Perayaan Galungan dirayakan dengan tujuan untuk mengenang pertarungan antara Dharma melawan Adharma dengan kemenangan di pihak Dharma.
Dharma memiliki arti kebenaran atau jalan yang benar, sedangkan Adharma berarti ketidakbenaran dan ketidakadilan.
Sehingga, perayaan Galungan juga diartikan sebagai peringatan melawan ketidakbenaran.
Umat Hindu Bali percaya bahwa Galungan menjadi upacara suci dan sakral yang memberikan kekuatan spiritual kepada manusia untuk membedakan Dharma dan Adharma.
Perayaan Galungan yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali memiliki serangkaian acara yang padat dan terdapat makna di dalamnya.
Melansir artikel Jurnal Jnanasiddhanta yang ditulis oleh Putu Maria Ratih, Galungan juga menjadi salah satu upacara agama Hindu untuk mengingatkan manusia secara ritual maupun spiritual kepada Dewi Sampad dalam menegakkan Dharma.
Sementara melansir laman buleleng.bulelengkab.go.id berikut serangkaian upacara Hari Raya Galungan beserta maknanya:
Tumpek Wariga
Tumpek Wariga merupakan rangkaian pertama dari upacara Galungan yang jatuh 25 hari sebelum Galungan. Tumpek Wariga juga dikenal sebagai Saniscara (Sabtu) Kliwon, Tumpek Bubuh, Tumpek Pengatag dan Tumpek Pengarah.
Pada hari ini, dilakukan pemujaan kepada Sang Hyang Sangkara sebagai Dewa Kemakmuran dan Keselamatan tumbuhan-tumbuhan. Pada tumpek ini, umat Hindu Bali akan menyajikan sesajen berupa bubur sumsum yang diberi warna dan diberikan pada tiap jenis tanaman, seperti umbi-umbian, pohon yang berkembang biak generatif dan vegetaif.
Tumpek Wariga bermakna ungkapan cinta kasih serta perayaan manusia kepada tumbuhan-tumbuhan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
