
DPRD Jawa Timur Fraksi PKB asal Pasuruan Multazamudz Dzikri. (Istimewa)
JawaPos.com–Multazamudz Dzikri, dilantik menjadi anggota DPRD Jawa Timur pada Sabtu (31/8). Pria asal Pasuruan itu tergolong anggota muda dan baru mengawali karir sebagai wakil rakyat periode 2024-2029 dari Fraksi PKB.
Para aktivis memanggilnya Azam, salah satu peraih suara terbanyak di Daerah Pemilihan (Dapil) III Pasuruan dan Probolinggo. Ya, Azam memang dikenal seorang aktivis pergerakan yang sering memotori demo saat masih duduk di bangku kuliah. Hal itu dilakukan bersama organisasi mahasiswa PMII Surabaya Selatan.
”Saya sebagai senat (mahasiswa) pernah melakukan penolakan saat konvensi IAIN menjadi UIN,” kata Azam, alumnus Fakultas Tarbiyah, UIN Sunan Ampel Surabaya itu.
Menjadi legislator dia tekuni sejak bangku kuliah. Lulusan S2 Prodi Pendidikan Islam itu melakoni saat masih menjadi ketua senat mahasiswa 2011-2012. Kelincahan membuat forum diskusi membuatnya dikenal sebagai sosok yang tak pelit ilmu, hingga banyak yang memintanya untuk memimpin diskusi setiap kali ada seminar ataupun diskusi sederhana di warung kopi.
”Dari situ akhirnya diangkat menjadi koordinator pusat FLLMI (Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia),” jelas Azam.
Azam juga dikenal arogan saat masih di kampus. Lulusan S1 Jurusan Kependidikan Islam (KI) tersebut dikenal bolak-balik menjadi tukang gembok fakultas hingga rektorat. Dia hampir tak punya maaf kepada kebijakan-kebijakan yang tak wajar.
Sikap arogan tersebut berlatar pada pemikiran kritis dan juga keresahan yang dialami para mahasiswa kala itu. Dia bercerita jika, demonstrasi hingga gembok-gembok kampus hal yang biasa kala itu.
”Ada kalanya dosen itu jarang masuk ke kelas, proyektor habis, belum lagi kebijakan kampus yang memungut biaya-biaya tambahan tapi tidak ada programnya,” ucap Azam.
Menjadi politikus dari Partai PKB telah dia jalani sejak lulus pada 2013. Kini, dia sukses sebagai legislator di DPRD Jatim. Sebagai seorang politikus, Azam nyaris hanya bermodal tekad dan kemampuan di bidang legislatif semasa di kampus.
Bisa dibilang, modalnya cukup cekak, pas-pasan, alias bondo nekat secara materi. Modal cekak secara finansial tak menggoyahkan tekadnya menjadi seorang legislator. Akal cerdik memompa semangat, sisi lain, Azam memiliki modal sosial yang kuat di tanah kelahirannya.
”Ya door to door, dan itu merata, hampir semua konstituen itu pernah saya masukin rumahnya,” ucap Azam.
Sering membantu warga sekitar membuatnya dipercaya membawa aspirasi warga Pasuruan-Probolinggo. Terbukti, Azam meraih 86.734 suara dan paling muda di dapil tersebut.
Azam terhitung, mendaftarkan diri sebagai legislator untuk kedua kali. Pertama pada 2019 di Kabupaten Pasuruan dan gagal. Kegagalannya saat itu diprediksi karena kurang total bertemu warga. Kedua pada 2024, dia mendaftar ke wilayah yang lebih luas, yakni dapil Pasuruan-Probolinggo.
Azam tumbuh besar sebagai seorang santri di Ponpes Sabilut Taubah, Kabupaten Pasuruan. Lulus dari SD Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan pada 2002, Mts Negeri Kota Pasuruan pada 2005, kemudian lulus SMA 4 Kota Pasuruan 2008, S1 Jurusan Kependidikan Islam (KI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Sunan Ampel 2013, dan S2 Pendidikan Islam di kampus yang sama pada 2017.
Azam juga cukup aktif di beberapa forum formal dan non formal. Dipercaya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Azam kerap menjadi delegasi yang dikirim untuk studi banding mewakili Indonesia, dalam hal upaya pemajuan desa atau wilayah tertinggal bersama negara-negara tetangga.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
