
pengusaha otomotif Jerry Hermawan Lo. (Istimewa)
Perjalanan seorang pengusaha otomotif Jerry Hermawan Lo tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlahir dari keluarga kurang mampu dia mulai bekerja ketika masih belia, membantu sang ibu berjualan kue.
FEBRY FERDIAN
KECINTAANNYA pada dunia otomotif terlihat sejak dia masih kecil. Saat itu, jenis kendaraan yang membuatnya terkesima adalah jenis jip.
Dalam acara rilis harga BAIC BJ40 dan X55 pada Rabu (17/7) di Hall 11 GIIAS 2024, Jerry, sapaannya mengungkap alasan terkesima dengan mobil jip.
”Mobil ini bisa dibuat ke mana-mana, untuk harian bahkan untuk ke daerah ekstrem juga bisa,” ujar Jerry.
Sukses berbisnis di bidang otomotif dengan PT JHL International Otomotif (JIO), pengusaha properti di Tangerang itu mencoba peruntungan dengan membawa Beijing Automotive Group (BAIC) ke Indonesia.
Dia mengungkapkan alasan mendatangkan mobil tersebut karena terpikat saat sedang berjalan di Tiongkok, hingga berusaha menyusul mobil tersebut hanya untuk mendapatkan gambar.
”Saya waktu itu lihat BJ80 di jalan, saya suruh driver saya kejar itu mobil. Setelah lihat itu, saya langsung bilang cari perusahaannya, cari pabriknya. Kita datangi pabriknya,” ungkap Jerry dengan wajah semringah seraya bercerita.
Di negara asalnya, Beijing Automotive Industry Holding Co atau dikenal dengan nama BAIC, merupakan salah satu produsen mobil terbesar di Tiongkok. Membawa merek tersebut masuk ke Indonesia bukan perjalanan mudah. Jerry Hermawan Lo harus meyakinkan prinsipal agar mau membawa unitnya ke Tanah Air.
Perusahaan yang bermarkas di Shunyi District itu memiliki sejarah panjang. BAIC pertama kali berdiri pada 1958 di Tiongkok, memproduksi kendaraan perang, dan beroperasi di bawah nama Beijing Automotive Works (BAW). Namun, baru pada 2013, BAIC memulai operasi globalnya, hingga bermitra dengan sejumlah perusahaan otomotif ternama.
Bukan perkara mudah Jerry membawa BAIC ke Indonesia, hingga harus berulang kali membuat proposal. Kegigihan Jerry untuk bisa membawa BAIC ke Indonesia bukan semata untuk mencari keuntungan.
Dia berharap dengan kehadiran BAIC di industri mobil listrik Indonesia bisa membawa dampak baik di berbagai sektor.
”Kami enggak bisa langsung datangi pabriknya. Saya harus lobi berkali-kali, saya kirimkan company profile, kebetulan kita sudah berpengalaman di industri otomotif, jadi prosesnya panjang,” tutur Jerry.
Saat ini, BAIC Grup telah mengibarkan bendera di Indonesia, di bawah naungan PT JHL International Otomotif dan kini bersama PT Handal Indonesia Motor (HIM) telah menandatangani pembuatan pabrik perakitan, yang akan dimulai pada 2025.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
