
Kartu ucapan dan Angpau Chinese New Year (Sumber foto : lens.monash.edu)
Jawapos.com - Meskipun semua budaya merayakan tahun baru, orang Tionghoa mungkin adalah salah satu dari sedikit budaya yang menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan uang ini untuk menyambut hari libur terbesar tahun ini.
Gong Xi Fa Cai ('Semoga Anda memperbesar kekayaan Anda') adalah ungkapan umum yang digunakan orang Tionghoa selama Tahun Baru Imlek bahkan seorang balita pun akan mengatakan ini kepada Anda ketika Anda mengunjungi keluarga Tionghoa selama perayaan tahun baru.
Semua budaya menyukai uang, namun orang Tiongkok sangat menyukai uang sehingga mereka bahkan menciptakan dewa uang, "Dewa Keberuntungan" dan memujanya, terutama saat Tahun Baru Imlek.
Dilansir Jawapos.com dari lens.monash (3/2), bahwa dari perspektif manajemen lintas budaya, cinta uang mencerminkan nilai-nilai masyarakat Tiongkok. Dan nilai-nilai adalah inti dari suatu budaya.
Hal ini membawa kita pada pertanyaan berikutnya, mengapa orang Tiongkok begitu menghargai uang?.
Nilai merupakan ciptaan bawah sadar manusia yang menjadi pemicu sikap dan perilaku untuk memenuhi kebutuhan kelangsungan hidup masyarakat.
Untuk memahami kecintaan masyarakat Tiongkok terhadap uang, kita harus memahami konteks keberadaan Tiongkok daratan, pusat dari seluruh kebudayaan Tiongkok, yang memiliki sejarah 6000 tahun sebagai sebuah peradaban, dimana sekitar 3.500 tahun menjadi sebuah bangsa.
Meskipun sejarah kontemporer menganggap Tiongkok sebagai negara komunis tersebar dan negara adidaya ekonomi dan politik yang sedang berkembang.
Tiongkok juga merupakan negara yang mampu bertahan, dengan gagah berani dan sejahtera setelah melalui banyak tragedi bencana besar.
Untuk memastikan bahwa masyarakat Tiongkok mengambil pelajaran dari bencana sejarah ini, banyak sekolah Tiongkok yang memasukkan dalam pelajaran sejarah mereka tentang banjir besar di Tiongkok yang terjadi pada tahun 2000 SM.
Tanpa jaringan sosial, masyarakat Tiongkok harus berjuang sendiri. Oleh karena itu, menabung untuk masa depan telah menjadi nilai penting dalam masyarakat Tiongkok, begitu pula kecintaan setiap individu terhadap uang.
Oleh karena itu, menabung untuk masa depan telah menjadi nilai penting dalam masyarakat Tiongkok, begitu pula kecintaan setiap individu terhadap uang.
Lihat saja Hong Kong, kota kaya di Tiongkok dengan PDB per kapita tiga perempat dari Amerika Serikat. Warga negaranya tidak secara otomatis berhak atas tunjangan pengangguran negara. Hanya orang-orang dengan tabungan dan dukungan keluarga yang sangat terbatas yang berhak menerima tunjangan pengangguran pemerintah.
Ketika suatu nilai menjadi bagian dari suatu budaya, anggota budaya tersebut berhenti bertanya-tanya mengapa dan langsung mempraktekkannya.
Jika Anda bertanya kepada orang Tionghoa mengapa mereka mengucapkan "Gong Xi Fa Cai" saat Tahun Baru, mereka mungkin tidak akan bisa menjelaskannya kepada Anda.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
