Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2024 | 18.39 WIB

Cara Membersihkan Diri dari Penyakit Hati, 5 Langkah Membuka Pintu Ketenangan Hidup Menurut Islam

Ilustrasi seseorang yang menjaga kebersihan hati agar jauh dari penyakit hati.

JawaPos.com - Hati yang bersih merupakan kunci utama untuk mencapai ketenangan dalam menjalani kehidupan.

Konsep ini tercermin dalam ajaran agama Islam, di mana menjaga kebersihan hati membawa seseorang jauh dari penyakit hati, seperti iri, dengki, fitnah, hasut, hingga khianat.

Hal ini tercantum dalam firman Allah SWT pada QS. Al-Jumu’ah Ayat 2.

Arab-Latin: huwalladzî ba‘atsa fil-ummiyyîna rasûlam min-hum yatlû ‘alaihim âyâtihî wa yuzakkîhim wa yu‘allimuhumul-kitâba wal-ḫikmata wa ing kânû ming qablu lafî dlalâlim mubîn

Artinya: Dialah yang mengutus seorang Rasul (Nabi Muhammad) kepada kaum yang buta huruf dari (kalangan) mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya.

Menyucikan (jiwa) mereka, serta mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunah), meskipun sebelumnya mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.

Maka dari itu, sudah seharusnya umat Islam menjaga kebersihan hati untuk mencapai hidup yang lebih tenteram.

Dilansir dari Youtube @MENCARI JATI DIRI pada Rabu (3/1), berikut cara membersihkan hati agar hidup jadi lebih tenteram.

  1. Menyadari Kesalahan

Menyadari berbagai kesalahan yang pernah dilakukan menjadi hal penting. Seseorang tidak akan bertaubat jika tidak menyadari kesalahannya dan tidak pernah merasa bersalah.

Agar bisa demikian, umat Islam sepatutnya memperdalam ajaran agamanya. Hal ini bertujuan agar umat Islam senantiasa menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

  1. Melakukan Introspeksi Diri dan Bertobat atas Segala Kesalahan yang Telah Diperbuat

Mengakui bahwa diri kita tak sempurna dan memaafkan diri sendiri adalah langkah awal menuju kebersihan hati. Rasulullah SAW bersabda, “Menyesal itu adalah taubat.” (HR. Abu Daud dan Hakim)

  1. Beramal Shaleh

Setelah menyadari kesalahan dan menyesalinya, maka orang tersebut harus memohon ampun kepada Allah SWT dengan memperbanyak istighfar.

Semakin banyak beristighfar, hati akan semakin bersih. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW berikut: “Tidak ada dosa yang besar dengan istighfar, dan tidak ada dosa yang kecil kalau diulang-ulang.” (HR. Thabrani).

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore