Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 September 2023 | 17.59 WIB

Seni Budaya Islami Sebagai Refleksi dari Kepercayaan Terhadap Keindahan Allah

Berbekal keterampilan membuat seni kaligrafi, Lukman, 27, sudah keliling kota dan pelosok Indonesia.

JawaPos.com - Seni adalah keindahan. Setiap keindahan bisa dilihat, didengar, dan diraba oleh indra manusia dan bisa dirasa dan diresapi oleh jiwa.

Al Qur'an sebagai kitab suci umat Islam, berbicara tentang keindahan dunia dan akhirat. Lebih khusus, terkait keindahan, Allah SWT berbicara tentang keindahan dunia, antara lain dalam Surat Ali Imran ayat 14.

Allah berfirman, "Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa wanita-wanita, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik."

Pesan penting dari ayat di atas, bahwa manusia secara umum memiliki kecenderungan untuk menyukai keindahan dan kemewahan duniawiyah.

Perempuan diletakkan pada urutan pertama karena memang perempuan bagi laki-laki merupakan ujian dan tantangan yang lebih besar.

Memiliki anak dan harta yang lebih banyak dan berbagai fasilitas yang lebih mewah adalah merupakan kecenderungan setiap manusia.

Kata orang Minang "condong mato ka nan rancak, condong salero ka nan lamak". Maksudnya adalah kecenderungan terhadap keindahan dunia bisa menjadi energi positif yang dapat mendorong manusia untuk bekerja dengan semangat dan giat berusaha untuk mendapatkannya.

Pandangan Islam

Manusia yang tidak memiliki kecenderungan untuk menyukai sesuatu yang indah atau merasakan sesuatu yang lezat, mereka dapat dipastikan tidak memiliki motivasi dan semangat untuk bekerja.

Tetapi bila kecintaan terhadap kesenangan dan kemewahan dunia tersebut tidak didasari oleh sebuah kesadaran bahwa semua keindahan dunia adalah bersifat sementara dan sangat terbatas, maka manusia akan menghabiskan segala kesempatan dan fasilitas yang telah diberikan oleh Allah SWT hanyalah untuk meraih kebahagiaan di dunia dan melupakan kebahagiaannya di akhirat.

Kecintaan terhadap yang indah adalah sunnatullah. Bila ada orang yang tidak senang kepada yang indah, berarti sudah kehilangan kodratnya sebagai manusia.

“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji debu”. Ada seorang yang bertanya: Sesungguhnya setiap orang suka (memakai) baju yang indah, dan alas kaki yang bagus, (apakah ini termasuk sombong?). Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” (Hadist Riwayat Muslim).

Seorang ulama besar, Ibnu Qayyim menjelaskan tentang keindahan yang dimaksud oleh hadist di atas. Bahwa ada dua prinsip utama dari keindahan:

1. Mengenal Allah SWT dengan segala keindahanNya yang tidak ada satupun dapat menyerupainya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore