
Makam Badar dikelilingi tembok setinggi 2 meter.
JawaPos.com - Perang Badar adalah peristiwa sejarah penting dalam perkembangan Islam. Sayang, Pemerintah Arab Saudi terkesan kurang mengelola tempat tersebut menjadi obyek wisata religi. Padahal, banyak wisatawan dari berbagai daerah yang mengunjungi kawasan Badar.
Wartawan Jawa Pos Firzan Syahroni mengunjungi daerah Badar pada Senin sore Waktu Arab Saudi. Perjalanan menggunakan mobil ditempuh sekitar dua jam.
Memasuki kawasan Badar, mata disuguhi pemandangan perbukitan pasir. Bedanya dengan daerah lain di Madinah dan Makkah, bukit pasir Badar terlihat tanpa batu. Benar-benar seperti tumpukan pasir yang membentuk bukit.
Keindahan alam itu memikat beberapa pengguna jalan. Tidak sedikit pengendara yang menepikan mobil untuk menikmati keindahan alam Badar.
Setelah sekitar dua jam melaju, terlihat sebuah tugu di tengah bundaran jalan. Di tugu tersebut tertulis nama 14 syuhada yang gugur saat Perang Badar.
Di seberang tugu terdapat kompleks makam. Di sanalah para syuhada yang gugur saat Perang Badar dimakamkan.
Namun, makam tersebut tidak bisa diakses oleh pengunjung. Sebab, area pemakaman dikelilingi pagar tembok dengan tinggi sekitar 2 meter.
"We can't go inside, there is no way," keluh Qurais Abdullah, wisatawan asal Sudan yang ditemui Jawa Pos di depan makam Badar.
Sebenarnya ada gerbang menuju kompleks makam tersebut. Namun, gerbang itu selalu terkunci.
Jika ingin melihat atau memotret kondisi di dalam area makam, pengunjung harus menyusun batu untuk tempat pijakan. Dengan pijakan batu itu, pengunjung baru bisa melihat kondisi di dalam area makam.
Tidak ada penanda khusus makam para syuhada. Yang tampak hanya batu-batu kecil seperti nisan tanpa nama. Area pemakaman terlihat ditumbuhi ilalang di sana-sini.
"Pemerintah Arab Saudi memang melarang pengunjung masuk kuburan. Biar tidak syirik. Khawatir ada yang menyembah kuburan," terang M. Rofi'i, guide sekaligus penerjemah dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.
Perang Badar merupakan perang pertama yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad setelah hijrah dari Makkah ke Madinah. Perang itu terjadi pada tanggal 13 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadan Tahun 2 Hijriah.
Dalam perang tersebut, pasukan Rasulullah yang hanya berjumlah 313 orang mampu mengalahkan 1.000 orang pasukan Quraisy. Kemenangan itu sangat berarti bagi kaum muslimin. Sebab, pasukan Quraisy yang berasal dari Makkah dikenal sebagai pasukan yang kuat.
Kemenangan itu membuat kepemimpinan Nabi Muhammad makin diperhitungkan. Perang Badar juga menjadi penyebab terjadinya Perang Uhud setahun kemudian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022