
Photo
JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) gencar melakukan pasar lelang komoditas pangan. Terlebih sepanjang Ramadan ini.
Upaya itu dilakukan untuk menstabilkan harga dan ketersediaan pasokan pangan. Salah satunya para lelang cabai di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, Malang, Jawa Timur, sejak Rabu (6/6).
"Pasar lelang memotong rantai pasok. Sehingga, harga di tingkat konsumen terjamin. Petani juga menikmati harga tertinggi dari penawar," ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/6).
Amran menambahkan, kegiatan diselenggarakan di Malang lantaran sentra cabai di Jawa Timur. Tanaman aneka cabai tersebar di sejumlah kecamatan.
"Totalnya 6.000 hektare," jelas Amran.
Di Kecamatan Ngantang, luas tanaman cabai rawit merah 600 hektare, Kecamatan Pujon 300 hektare, dan Kecamatan Karang Ploso 150 hektare. Sedangkan di Kecamatan Poncokusumo, masing-masing 150 hektare ditanami cabai merah keriting besar dan cabai merah besar.
Sementara di Desa Ngantru, Kecamatan Ngantang, merupakan sentra cabai rawit merah dengan luas tanam 400 hektare. Adapun petani menerapkan pola tanam tumpang sari dengan sayuran buncis dan tomat.
Direktur Pengolahan & Pemasaran Hortikultura, Taufik Yasid mengatakan, sebagian besar lahan cabai sudah panen yang 8-10 kali.
"Saat panen pertama, rata-rata sekali petik pada luasan 0,75 hektare mencapai enam kilogram dengan harga jual Rp27 ribu," jelasnya.
"Produksi menjadi 58 kilogram saat panen kedua dan harga jual Rp23 ribu. Begitu pula panen berikutnya, menjadi 100 kilogram dengan harga Rp17 ribu serta 230 kilogram seharga Rp14 ribu per kilogram," lanjut dia.
Sebelum Malang, kegiatan serupa diadakan di sejumlah daerah. Perinciannya, Sleman, Kulon Progo, Magelang, Karanganyar, Temanggung, Banyuwangi, Kediri, Siborong-borong, dan Cianjur.
Untuk mengikuti lelang, petani sebelumnya membawa produknya ke pengelola pasar. Berikutnya, pengelola menginformasikan via pesan singkat (SMS). Harga yang ditawarkan sesuai wajar sesuai pasaran.
"Penawaran pedagang yang masuk melalui SMS dengan harga tertinggi di atas harga dasar, sebagai pemenang," kata Yasid.
Saat diluncurkan, harga di tingkat petani mencapai Rp21 ribu per kilogram. Tertinggi menembus Rp22.500 per kilogram.
Menurut Yasid, lelang terselenggara dengan baik, apabila ada komitmen bersama antara petani dengan pedagang. Petani menyiapkan produknya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
