
Anggota DPR Fraksi PKB, Yaqut Cholil Qoumas ketika menggelar sosialisasi empat pilar di Pekalongan.
JawaPos.com - Di era kebebasan informasi saat ini semua orang bebas berekspresi dan menyampaikan pendapatnya. Namun, tidak jarang dengan kebebasan tersebut menyampaikan pendapatnya bahkan tidak sesuai dengan norma maupun etika.
Menanggapi hal tersebut, Yaqut Cholil Qoumas Anggota DPR-RI dari PKB mengungkapkan sudah saatnya bangsa Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.
Saling menghargai, tenggang rasa, hingga gotong-royong.
“Kita sadari dengan adanya dunia maya, menjadikan dunia tanpa batas dan bebas. Namun, tidak jarang dengan kebebasan itu bisa dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri dan merugikan orang lain," ungkapnya di Pekalongan, kemarin (12/5).
"Padahal, budaya dan tradisi kita dulu kental sekali dengan adanya sikap menghargai, gotong royong dan sebagainya,” lanjut Ketua Umum GP Ansor ini.
Menurutnya, dengan sikap menghargai akan memperkuat persatuan dan kesatuan NKRI. Pasalnya, sudah menjadi tradisi dan budaya yang mengakar bangsa Indonesia sejak dahulu.
Dirinya menyangkan, merosotnya nilai-nilai karakter bangsa hanya karena untuk mengikuti kepentingan sesaat atau pribadi dan mengalahkan kepentingan bersama.
"Sikap saling menghargai ini harus terus kita pupuk sejak dini dan dijaga sampai akhir nanti," jelasnya.
Menyikapi berita akhir-akhir ini terkait kerusuhan teroris di Mako Brimob Depok yang menelan korban jiwa, dirinya merasa prihatin.
Kata Gus Yaeut, apa yang telah mereka lakukan bukanlah berdasarkan budaya, tradisi dan melanggar hukum Bangsa Indonesia.
"Tindakan mereka itu sudah melampaui batas prikemanusiaan dan bertolak belakang dengan UUD 45. Kalau masyarakat menghayati benar tentang makna pancasila, UUD 45, maka aksi teroris tidak dijumpai," terangnya.
Menurutnya, dengan adanya sikap saling menghargai dan menghormati benih radikalisme bisa ditepis.
Pasalnya, ideologi dan keyakinan yang mereka yakini tidak ada kata menghargai dan menghormati perbedaan orang lain. Bagaimana tidak, lanjutnya, prilaku menghabisi aparat Pemerintah dengan cara keji tidak bisa dibenarkan.
"Kekerasan atas nama agama itu tidak bisa dibenarkan. Menghargai nilai-nilai kemanusiaan, melindungi dari ketertindasan mencintai tanah air Indonesia adalah juga bagian dari jihad. Mari kita perkuat persatuan dan kesatuan NKRI ini," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
