
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD masuk dalam bursa cawapres 2019.
JawaPos.com – Puisi berjudul Ibu Indonesia yang dibacakan oleh Sukamawati Soekarnoputri terus menuai tanggapan. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendukung jika kasus dugaan penistaan agama itu di proses secara hukum.
“Kan sudah dilaporkan ke polisi. Ya, silahkan aja diproses,” ungkap Mahfud di Perguruan Tinggi Ilmi Kepolisian (PTIK), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/4).
Menurutnya, adanya proses hukum ini tentu dapat memberikan titik terang. Melalui tahapan ini penyidik dapat mengungkap latar belakang dan makna dari konten puisi yang dibacakan oleh adik mantan Presiden Indonesia, Megawati Soekarnoputri itu.
“Itu kan nanti bisa dinilai latar belakang dan kontennya,” imbuh Mahfud.
Meski demikian, Mahfud menegaskan bahwa ia tidak tertarik untuk mendengarkan isi puisi yang dibacakan Sukmawati. “Saya tidak tertarik mendengarkan yang begitu-begitu. Saya dengarkannya yang bagus-bagus saja,” ucap Mahfud singkat.
Sebagaimana diketahui, Sukma membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia di peringatan 29 tahun Anne Avantie berkarya di Indonesia Fashion Weeks (IFW) 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (28/3).
Puisi tersebut diduga mengandung unsur penistaan agama, sehingga berujung dilaporkannya Sukmawati ke Polda Metro Jaya oleh seorang pengacara Denny Andrian dan Ketua DPP Partai Hanura Amron Asyhari.
Sukmawati Minta Maaf
Setelah puisinya menjadi kontroversi beberapa hari terakhir, akhirnya adik Megawati Soekarnoputri itu pun meminta maaf dalam sebuah konferensi pers, Rabu (4/4).
“Dengan ini dari lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf lahir dan batin kepada umat Islam Indonesia, khususnya bagi yang merasa tersinggung, dan berkeberatan dengan puisi Ibu Indonesia,” ujarnya sambil terisak.
Terlihat, Sukmawati sesekali menahan air matanya. Lebih lanjut dia mengaku tidak ada niat untuk menghina umat Islam Indonesia melalui puisi Ibu Indonesia.
Dia juga mengatakan, dirinya pun adalah seorang muslimah yang bangga akan keIslaman dirinya.
“Saya juga putri seorang proklamator Bung Karno yang dikenal juga sebagai tokoh Muhammadiyah dan juga tokoh yang mendapatkan gelar dari NU sebagai Waliyul Amrii Ad Dharuri Bin Assyaukah,” katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
