
Ilustrasi pedagang ikan di pasar. Ikan merupakan sumber protein yang melimpah di Indonesia.
JawaPos.com - Protein memang dibutuhkan sebagai zat pembangun tubuh. Terutama sangat penting dalam masa pertumbuhan dan perkembangan di seribu hari pertama kehidupan (HPK) sejak janin berada dalam kandungan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Pattiselano Robert mengatakan, mencukupi kebutuhan protein bagi anak-anak bisa dengan jenis makanan apapun.
“Mencukupi kebutuhan protein anak-anak (di Indonesia) bukan hanya melalui susu. Ada makanan lain yang memiliki nilai gizi sama tak kalah dengan susu," kata Robert di Jakarta, Kamis (29/3).
Menurut Robert, makanan lain yang berprotein tinggi dan pasokannya jauh lebih berlimpah adalah ikan. Ikan mampu mencukupi kebutuhan seluruh anak di Indonesia.
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang (PGS) disebutkan, susu termasuk dalam kelompok lauk-pauk sumber protein bersama ikan, telur, unggas, daging dan kacang-kacangan serta hasil olahannya (tahu dan tempe).
Dia menuturkan, protein hewani dan nabati perlu dikonsumsi bersama jenis pangan lainnya. Hal itu agar jumlah dan kualitas zat gizi yang dikonsumsi mencapai takaran seimbang sesuai rekomendasi pedoman gizi seimbang.
Secara umum komposisi protein hewani pada ikan sebenarnya tidak terlalu berbeda kandungannya dengan protein hewani lainnya. Namun, ikan lebih menyehatkan karena lemak yang terkandung di dalam ikan bukan merupakan lemak jenuh.
Sebagai salah satu sumber protein hewani, ikan mengandung asam lemak tak jenuh (omega, yodium, selenium, fluorida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme Q10). Selain itu, kandungan omega 3 pada ikan jauh lebih tinggi dibanding sumber protein hewani.
“Sumber protein ikan memiliki kelebihan dibandingkan susu. Ikan tidak hanya mengandung protein, namun juga mengandung senyawa yang alami, yakni PUFA, EPA dan DHA," tutur Robert.
Perlu diketahui, faktor harga tidak terlalu berpengaruh terhadap kandungan protein ikan. Baik ikan dengan harga murah maupun ikan mahal tetap bernilai gizi tinggi.
Sebagai contoh, ikan kembung yang harganya terjangkau justru memiliki kandungan omega 3 sebanyak 1,5 kali lebih tinggi dari ikan salmon yang harganya justru lebih mahal.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
