
Masjid Rahmatullah di Aceh Besar yang berdiri tegak saat bencana tsunami 13 tahun silam hingga saat ini
JawaPos.com - Bencana tsunami Aceh 13 tahun silam meninggalkan luka yang membekas bagi masyarakatnya. Peristiwa itu merupakan kenangan kelam yang menjadi bagian sejarah Indonesia. Hal ini juga disadari oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"13 tahun pasca tsunami Aceh, sudah banyak capaian dalam penanggulangan bencana yang dilakukan Bangsa Indonesia," tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho pada Jawapos.com, Selasa (26/12).
Menurutnya, hal yang fundamental adalah telah terbentuknya UU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana yang mengatur penyelenggaraan Penanggulangan Bencana secara komprehensif baik pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana.
"Pengetahuan dan respon masyarakat dalam penanggulangan bencana sudah meningkat signifikan. Namun budaya sadar bencana masyarakat masih rendah. Perlu terus ditingkatkan," jelasnya.
Memakan korban 230.000–280.000 meninggal, peristiwa tsunami Aceh menjadi fenomena besar di tahun 2004 lalu. Sutopo juga melihat, penanganan para korban bencana sampai saat ini sudah banyak peningkatan. Apalagi terbentuknya BNPB dan BPBD di provinsi dan kabupaten/kota.
"Sudah banyak yang dilakukan baik di tingkat internasional, regional, nasional dan lokal. Saat ini Indonesia menjadi rujukan banyak negara dalam PB. Bahkan Presiden Indonesia diberi penghargaa Global Champion for Disaster Risk Reduction oleh PBB pada tahun 2012," ungkap Sutopo.
Budaya sadar bencana masyarakat yang perlu ditingkatkan, hal ini juga dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak. Untuk mensosialisasikan dan memberikan pemahaman bagaimana dan apa yang dilakukan saat bencana datang.
Sutopo berharap ke depannya dibentuknya Badan Penanggulangan Bencana di setiap wilayah dapat menambah capaian yang lebih baik lagi ke depannya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
