Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2017 | 20.57 WIB

Tips Jadi Guru Zaman Now Versi Najeela Shijab

Pendiri Sekolah Cikal, Najeela Shihab - Image

Pendiri Sekolah Cikal, Najeela Shihab

JawaPos.com - Siapa tak kenal dengan sosok pemerhati pendidikan, Najeela Shihab? kakak kandung jurnalis Najwa Shihab itu merupakan
pendiri sekolah Cikal.


Sejak awal, Najelaa memang memiliki ketertarikan yang besar terhadap dunia pendidikan. Karena itu, putri dari pakar Tafsir Quraish
Shihab itu sangat bersemangat saat berkomentar soal guru.


Najeela menyelesaikan pendidikan SI dan S2 di jurusan Psikologi dengan fokus bidang Pendidikan Anak. Saat menyelesaikan pendidikan S2
-nya lah, dia mendirikan sekolah Cikal. Tepatnya pada 1999.


Najeela percaya pendidikan tidak hanya dapat didapatkan dari jalur tradisional yakni text book, namun proses pembelajaran yang harus
dimengerti dan dipahami.


Tak hanya lewat pendidikan formal, Najelaa juga aktif di berbagai kegiatan non formal seperti mendirikan inibudi.org sebagai jembatan
edukasi untuk guru, mendapatkan konten materi pembelajaran, serta menggagas terbentuknya Pesta Pendidikan.


"Di kampus guru Cikal, kami banyak kerja sama guru dengan guru dari banyak daerah. Saya percaya sebetulnya guru tugas utamanya belajar
sih. Yang namanya kompetensi, guru itu esensinya bisa beradaptasi," ungkapnya kepada JawaPos.com, Jumat (24/11).


Najeela menjelaskan guru harus selalu melewati proses belajar dalam menyandang profesi terhormatnya. Selain itu, harus memiliki empat
modal dasar yang bisa menjadi kunci sukses dalam mendidik siswa.


"Guru itu ada empat kuncinya, yakni kemerdekaan, kompetensi, kolaborasi dan eksplorasi," ujar Najeela.


Kemerdekaan, memiliki makna bahwa guru mempunyai cita-cita untuk berdaya, tak tergantung pada pemerintah. Kompetensi, tentu terkait
dengan tantangan dan perubahan dunia yang cepat sekali.


"Bagaimana guru menyiapkan materi bahan ajar yang relevan agar keterlibatan siswa di dalam kelas, memiliki kemauan untuk
belajar,"jelas dia.


"Guru bisa beradaptasi perubahan zaman ini. Guru beradaptasi teknologi," sambung dia.


Adapun kolaborasi memiliki makna agar guru tetap menggandeng kerja sama dengan para praktisi atau pakar, dari berbagai bidang ahli.
Sehingga bahan ajar dan penyampaian materi di kelas semakin kaya.


"Anak-anak biar lebih banyak tahu agar proses belajar di luar sekolah lebih digenjot. Misalnya pelatihan jurnalistik datangkan jurnalis ke sekolah dan lainnya," ungkap Najeela.


Lalu terakhir adalah eksplorasi. Guru dituntut untuk mengembangkan keterampilan mereka untuk mencerdaskan siswa. Siswa cerdas memiliki
sikap kritis, kolaborasi, tahu etika dan kreatif.


"Sayangnya tujuan 4 hal ini tak dianggap begitu penting. Anak hanya diminta hapalan saat mau ujian. Jika dibandingkan dengan negara  tetangga, literasi kita rendah. Karya-karya kita itu juga kontribusinya belum kelas dunia," tuturnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore